Sosial & Budaya

Risiko Penularan Hantavirus di Lingkungan Terbuka Dinilai Rendah

Seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa penyebaran Hantavirus di area terbuka tidak terlalu berisiko dibandingkan di ruang tertutup. Gejala yang muncul pun cenderung ring...

A
Adhe Dharma
09 May 2026 11 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Risiko Penularan Hantavirus di Lingkungan Terbuka Dinilai Rendah
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, menyatakan bahwa penyebaran virus Hanta di lingkungan terbuka, seperti permukiman, tidak dianggap terlalu berisiko. Ia menjelaskan bahwa tingkat penularan virus ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan situasi di ruang tertutup.

Pandu mengungkapkan bahwa individu yang terpapar virus Hanta biasanya hanya mengalami gejala ringan yang mirip dengan flu, terutama jika sistem imun mereka tidak dalam kondisi optimal. "Kalau orang itu nggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih nggak berat, jadi bisa sembuh sendiri," ujarnya. Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada antivirus khusus untuk mengobati virus tersebut, sehingga perawatan yang dilakukan bersifat umum, seperti istirahat dan pengobatan gejala demam.

Perbandingan Risiko di Area Tertutup dan Terbuka

Pandu menegaskan bahwa risiko penularan virus Hanta dari tikus ke manusia di lingkungan terbuka jauh lebih rendah dibandingkan dengan di area tertutup. Ia juga merujuk pada insiden yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde, yang merupakan contoh dari situasi tertutup yang berisiko tinggi. "Nah, kejadian di kapal itu kan area yang sangat tertutup. Kalau di kehidupan kita kan terbuka, lebih tidak beresiko," jelasnya.

Pentingnya Kesadaran akan Lingkungan

Ia menambahkan bahwa di dalam kapal, di mana orang berada dalam ruang yang sempit selama berhari-hari, potensi penularan dapat meningkat secara signifikan, yang dapat menyebabkan wabah. "Sehingga terjadi kayak outbreak (wabah atau kejadian luar biasa)," tutup Pandu.

Artikel Terkait