AMBON - Anggota MPR dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, memberikan apresiasi kepada peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR 2026 asal Kabupaten Kepulauan Aru. Apresiasi ini diberikan atas perjuangan para peserta yang menempuh perjalanan panjang menggunakan kapal laut untuk mengikuti kompetisi dan telah tiba di Kota Ambon beberapa hari sebelum lomba.
Apresiasi tersebut disampaikan Saadiah saat membuka LCC Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung di Ambon, Sabtu (25/7). Menurut Saadiah, semangat yang ditunjukkan para pelajar dari Kepulauan Aru layak menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia dalam memperjuangkan kesempatan untuk belajar dan berprestasi.
"Informasinya, peserta dari Kabupaten Kepulauan Aru sudah berada di Kota Ambon sejak tanggal 21 dengan menggunakan kapal laut untuk mengikuti perlombaan ini. Kami berikan apresiasi dan aplaus kepada peserta dari Kabupaten Aru. Perjuangan mereka menunjukkan semangat belajar, semangat kebangsaan, dan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerahnya," kata Saadiah dalam keterangannya, Minggu (26/7).
Saadiah menambahkan, perjuangan para peserta dari wilayah kepulauan menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan. Dia berharap pada penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR di tahun-tahun mendatang, seluruh kabupaten/kota di Maluku dapat berpartisipasi.
Menurutnya, kondisi geografis Maluku menjadi tantangan tersendiri sehingga dibutuhkan dukungan bersama agar kesempatan mengikuti kegiatan tersebut dapat dirasakan secara lebih merata. "Saya berharap pada tahun-tahun mendatang seluruh kabupaten di Maluku dapat hadir mengikuti lomba ini. Banyak daerah yang tentu memiliki keinginan besar untuk berpartisipasi, namun menghadapi tantangan geografis dan transportasi. Semoga ke depan kesempatan itu dapat semakin terbuka bagi semua," ujarnya.
Saadiah menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang, tetapi juga merupakan investasi kebangsaan dalam membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter kuat, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar MPR dalam kehidupan sehari-hari. Dia juga mengajak seluruh peserta menjadikan perlombaan sebagai ruang untuk belajar dan mengembangkan diri, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
"Hari ini kalian memang sedang berlomba menjawab pertanyaan tentang Empat Pilar MPR RI. Namun, sesungguhnya yang sedang dipersiapkan bukan hanya para juara lomba, melainkan calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter yang kuat, serta kecintaan yang mendalam kepada Indonesia," tuturnya.
Saadiah juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran dalam setiap kompetisi. "Menang memang membanggakan, tetapi kejujuran jauh lebih membanggakan. Prestasi itu penting, namun karakter adalah bekal yang akan membawa kalian jauh melampaui sebuah piala," tegasnya.
Dia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat persatuan dan menjadikan nilai-nilai Empat Pilar MPR sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. "Mari kita jadikan Provinsi Maluku sebagai contoh bahwa dari timur Indonesia lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, berprestasi, serta menjadi perekat persatuan bangsa," pungkasnya.
Kepada seluruh peserta, ia mengingatkan bahwa kompetisi bukan sekadar menguji kemampuan menguasai materi Empat Pilar MPR, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun integritas, kedisiplinan, dan karakter sebagai generasi penerus bangsa. "Berjuanglah dengan semangat yang tinggi, jujur, disiplin, dan sportif. Jadikan setiap proses dalam perlombaan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar dan berkembang. Tunjukkan bahwa pelajar Maluku memiliki kecerdasan yang kompetitif, berintegritas, dan kreatif," pesannya.
Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Administrasi MPR Heri Herawan, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR Wachid Nugroho, para guru pendamping, serta peserta dari berbagai SMA/sederajat di Provinsi Maluku. Kegiatan ini juga menghadirkan dewan juri daerah, yaitu Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pattimura Dr. Fricean Tutuarima dan Dr. Andreas M. D. Ratuanak, serta Dosen Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Pattimura Dr. Julista Mustamu.
Sembilan sekolah yang bertanding dalam LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, yaitu SMAN Maluku Tenggara, SMAN 1 Ambon, SMAN 12 Ambon, SMAN 3 Seram Bagian Barat, MAN 2 Maluku Tengah, MAN Ambon, SMAN 3 Kepulauan Aru, SMAS Kristen YPKPM Ambon, dan SMA As Salam Ambon.