Nasional

Serangan Arab Saudi ke Situs Militer Houthi di Yaman

Pasukan militer Arab Saudi menyerang situs militer Houthi di Hodeidah, Yaman, sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker mereka.

E
Eira Orelia
26 July 2026 25 pembaca
Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman
Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman

Pasukan militer Arab Saudi melancarkan serangan ke situs militer milisi Houthi di kota pelabuhan Hodeidah, Yaman, pada Jumat (24/7/2026). Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa situs yang diserang sering digunakan oleh Houthi untuk mengganggu pelayaran di Selat Bab el-Mandeb.

Dalam pernyataan resmi Kemlu Arab Saudi, disebutkan, “Dengan menargetkan Hodeidah, rezim (Arab) Saudi telah menjadikan eskalasi demi eskalasi sebagai ciri khas fase mendatang,” seperti dilansir Al Jazeera. Sementara itu, Al-Masirah TV, kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi, melaporkan bahwa serangan tersebut juga merusak fasilitas telekomunikasi di Hodeidah dan menyasar Kamaran Island, yang juga memiliki situs militer Houthi.

Al-Masirah TV menambahkan bahwa sirene bahaya di Kamaran Island berbunyi keras saat serangan berlangsung. Diketahui, serangan ini telah melukai seorang perempuan yang kini telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Juru bicara pasukan militer Arab Saudi, Mayjen Turki Al-Malki, menyatakan bahwa serangan ke situs militer di Hodeidah merupakan balasan terhadap Houthi, yang sebelumnya menyerang kapal tanker asal Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb pada Rabu (22/7/2026). Houthi melakukan serangan tersebut sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. “Kami melakukan operasi balasan militer yang proporsional terhadap sasaran militer sah milik milisi teroris Houthi di Provinsi Hodeidah,” kata Al-Malki dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip Arab News.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Arab Saudi, serangan Houthi menyebabkan kapal mengalami kebakaran hebat dan kerusakan yang cukup parah, namun tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut. Hodeidah merupakan kota yang sangat penting bagi Houthi, karena berada di bawah kendali mereka dan sering digunakan sebagai pusat penerimaan bantuan kemanusiaan internasional untuk warga di Yaman utara, yang kini mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat perang saudara yang berlangsung sejak 2014.

Serangan Arab Saudi ini mencerminkan eskalasi konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh perang antara AS dan Iran, serta keterlibatan negara-negara di kawasan dalam memerangi sekutu Iran seperti Houthi. Di sisi lain, angkatan bersenjata Iran juga semakin intens menyerang negara-negara sekutu AS di Kawasan Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Artikel Terkait