Hiburan

Solusi AI untuk Mengatasi Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

Kekurangan dokter di daerah terpencil menjadi perhatian, dengan usulan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan.

A
Ananta Prana
26 June 2026 21 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Keterbatasan jumlah tenaga medis di berbagai daerah terpencil kembali menjadi fokus perhatian. Untuk mengatasi masalah ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mengusulkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi sementara bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR yang diadakan bersama Kementerian Kesehatan pada Kamis (25/6/2026). Nihayatul menjelaskan bahwa AI dapat berfungsi untuk membantu pasien dalam melakukan analisis awal terhadap keluhan kesehatan ketika tenaga medis tidak tersedia. "Mungkin ada (kekurangan dokter) ini kita bisa dibantu AI untuk sebagai paling tidak untuk membantu pasien kita untuk apa menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena untuk menjembatani saja, Pak," ujarnya.

Kondisi Kekurangan Dokter yang Mendesak

Nihayatul menekankan bahwa kekurangan dokter di sejumlah daerah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dia menjelaskan bahwa proses untuk mencetak dokter baru memerlukan waktu yang cukup lama. "Nah, ini tentunya kalau menunggu kan nggak mungkin juga masyarakat menunggu sampai lulus. Kalaupun tadi yang diusulkan oleh Bapak Ibu anggota, bahwa bagaimana bisa membiayai putra daerah, itu solusi yang luar biasa. Tapi itu kan butuh waktu," tambahnya.

Pentingnya Inovasi dalam Layanan Kesehatan

Dengan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan di daerah terpencil, pemanfaatan AI diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengatasi masalah ini sementara waktu. Inovasi dalam teknologi kesehatan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat di daerah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan akses yang memadai terhadap layanan kesehatan yang mereka butuhkan.

Artikel Terkait