Pendidikan

Startup IPB University Ekspor Pinang ke Bangladesh dan Maladewa

PT Export Tani Nusantara, startup yang didirikan oleh alumni IPB University, telah memulai ekspor pinang ke Bangladesh dan Maladewa. Keberangkatan kontainer ekspor ini dilepas secara resmi oleh Rektor...

D
Darma Yudhistira
17 June 2026 19 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Startup IPB University Ekspor Pinang ke Bangladesh dan Maladewa
Sumber gambar: kompas.com

Startup yang dibina oleh IPB University, PT Export Tani Nusantara, telah membuka jalur ekspor pinang ke Bangladesh dan Maladewa. Acara pelepasan kontainer ekspor tersebut dilakukan oleh Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, dan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, di Kampus IPB Dramaga pada Jumat, 12 Juni 2026, bertepatan dengan acara Campus Preneur yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan.

Al Fiqie, pendiri PT Export Tani Nusantara, memulai usahanya saat masih menjadi mahasiswa di semester tiga. Dia merupakan alumni dari Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB yang menempuh studi dari tahun 2021 hingga 2025. Al Fiqie menyatakan bahwa bisnis yang dijalankannya telah berkembang dengan pesat. Saat ini, perusahaan tersebut secara rutin mengekspor pinang dengan volume sekitar 54 ton dan mengirimkan lima hingga enam kontainer setiap bulan.

Peningkatan Volume Ekspor

“Awalnya kami hanya mengirim satu kontainer setiap tiga bulan. Namun kini sudah mencapai lima hingga enam kontainer per bulan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas kemitraan dengan petani, serta mengembangkan pasar ekspor yang lebih luas,” ungkap Al Fiqie, yang kini menjabat sebagai CEO PT Export Tani Nusantara.

Al Fiqie menambahkan bahwa tingginya permintaan pinang dari pasar internasional memberikan peluang besar bagi petani dan pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor. Bersama tiga alumni IPB lainnya, startup ini juga berhasil mendapatkan kontrak dagang senilai Rp 33 miliar melalui pameran dagang di Shanghai, China, tahun ini. Dia berencana untuk mengembangkan produk turunan pinang yang bernilai tambah melalui kolaborasi dengan riset-riset di IPB University. “Kami ingin mengembangkan produk seperti sliced betel nut dan roasted betel nut sehingga produk yang diekspor tidak hanya berupa bahan mentah, tetapi juga produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” jelasnya.

Program Campus Preneur

Menteri Perdagangan Budi Santoso, dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa program Campus Preneur dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan dan pemasaran, sehingga mereka dapat menjadi pelaku usaha atau eksportir sejak masih kuliah. “Program Campus Preneur bertujuan mendidik mahasiswa agar belajar langsung dari para eksportir dan pelaku usaha. Tidak hanya untuk ekspor, tetapi juga bagaimana memasarkan produk di pasar dalam negeri dan luar negeri,” katanya.

Melihat keberhasilan Al Fiqie dan rekan-rekannya, Budi Santoso berharap semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak mereka, sehingga ketika lulus nanti, mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa program Campus Preneur sejalan dengan visi IPB University sebagai Techno-Social Entrepreneur University yang fokus menghasilkan lulusan yang berjiwa wirausaha dan berdampak positif bagi masyarakat. “Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang memiliki orientasi kewirausahaan. Karena itu, program Campus Preneur sangat sinergis dengan arah pengembangan IPB University,” tambahnya.

Artikel Terkait