Pendidikan

Strategi Siti Annisafa, Wisudawan Terbaik UPI, dalam Belajar Setiap Hari Selama 10 Menit

Siti Annisafa Oceania, wisudawan terbaik Universitas Pendidikan Indonesia, membagikan kiat belajar yang efektif dengan meluangkan waktu minimal 10 menit setiap hari, termasuk membaca jurnal.

J
Jarot Kusna
16 May 2026 10 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Strategi Siti Annisafa, Wisudawan Terbaik UPI, dalam Belajar Setiap Hari Selama 10 Menit
Sumber gambar: kompas.com

Kemenangan dalam pendidikan tinggi dapat dicapai melalui konsistensi dalam hal-hal kecil, menurut Siti Annisafa Oceania. Mahasiswa Program Studi Logistik Kelautan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang angkatan 2022 ini berhasil meraih gelar S.Log sebagai wisudawan terbaik pada tahun 2026. Baginya, pencapaian ini merupakan hadiah untuk diri sendiri dan orang-orang terdekatnya.

“Hadiah atas kerja keras saya selama belajar dari semester 1 hingga semester 7 — dan hadiah yang bisa saya persembahkan kepada orangtua, teman-teman, dan para dosen yang selalu mendukung saya. Tiada balasan yang paling berharga yang bisa saya berikan kepada mereka yang telah mendukung saya. Hanya penghargaan inilah yang bisa saya berikan," katanya.

Kiat Belajar Setiap Hari

Siti Annisafa menjelaskan bahwa ia menghabiskan waktu minimal 10 menit setiap hari untuk belajar. “Belajar itu tidak harus panjang, teman-teman. 10 menit membaca jurnal saja sudah cukup untuk membuat pikiran kita lebih terbuka dan cepat menangkap informasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa jika dilakukan secara konsisten, metode ini memberikan dampak yang sangat signifikan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap individu telah ditakdirkan untuk mencapai hal-hal besar. "Sayang sekali kalau kita tidak mau berusaha sedikit lebih keras untuk hal besar yang memang sudah ditakdirkan untuk kita. Tidak ada kata terlambat — mulai dari sekarang, dari langkah terkecil sekalipun. Satu persen progres setiap hari, pasti akan membawa kalian ke hal-hal luar biasa,” tambahnya.

Dukungan Dosen dan Manajemen Waktu

Selain motivasi dari dalam diri, Siti Annisafa menyebutkan bahwa dosen mata kuliah Manajemen, Rubby Rahman Tsani, memiliki pengaruh besar dalam perjalanan studinya. “Beliau melihat potensi dalam diri saya, dan itu mendorong saya untuk terus menggali lebih dalam. Ketika seseorang yang kita hormati percaya pada kita, itu menjadi bahan bakar yang sangat kuat,” kenangnya dengan penuh rasa syukur.

Di era sekarang, mahasiswa sering kali harus menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan organisasi, yang tentunya memiliki tantangan tersendiri. Siti Annisafa tidak merasa perlu menggunakan aplikasi canggih atau teknik manajemen waktu yang rumit. Ia menyarankan cara sederhana, yaitu dengan membuat daftar prioritas dan berani mengkomunikasikannya. “Breakdown dulu semua kegiatan dan deadline-mu di minggu itu. Tentukan mana yang paling mendesak, kerjakan itu dulu. Tapi kita juga harus bisa menjelaskan skala prioritas kita kepada orang atau kegiatan lain secara polite,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa merasa jenuh adalah bagian yang tak terhindarkan dalam proses belajar dan menyelesaikan skripsi. “Jangan nyalahin diri sendiri. Manusia itu, mau sekuat apa pun, pasti ada rasa capeknya. Istirahat dulu, lakukan hal yang kamu suka, lalu ingat lagi tujuan awalmu kuliah itu apa,” ia berbagi pengalaman.

Saat ini, Siti Annisafa berencana untuk melanjutkan studi S2 di bidang Bisnis Marketing dan bertekad untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Artikel Terkait