Politik

Suhartina Bohari Mundur dari Golkar dan Tetap Nonpartai

Suhartina Bohari, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros, mengumumkan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai dan tidak akan mencalonkan diri kembali dalam Musda.

I
Indriani Atmaja
20 July 2026 30 pembaca
Munafri Arifuddin mendapat rekomendasi dukungan dari DPD II Golkar Maros, diserahkan langsung Suhartina Bohari
Munafri Arifuddin mendapat rekomendasi dukungan dari DPD II Golkar Maros, diserahkan langsung Suhartina Bohari

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros, Suhartina Bohari, memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan partai dan memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Maros. Keputusan ini disampaikan bersamaan dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, pada Sabtu (18/7/2026).

Suhartina menyatakan bahwa keputusan untuk tidak lagi memimpin Golkar Maros bukanlah langkah yang diambil secara mendadak. Ia mengaku telah memberitahukan hal tersebut kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sebelum Musda tingkat provinsi dilaksanakan. "Ini bukan keputusan tiba-tiba. Waktu pertemuan dengan Kak IAS, saya sudah bilang kalau Musda DPD I selesai, kalau bisa Musda pertama dan tercepat itu Maros," kata Suhartina kepada wartawan.

Menurutnya, masa jabatannya sebagai Ketua DPD II Golkar Maros berakhir pada Juni 2026. Dengan berakhirnya masa kepengurusan tersebut, tidak ada mekanisme perpanjangan surat keputusan, sehingga kepengurusan baru harus ditetapkan melalui Musda. "SK saya memang berakhir Juni 2026. Otomatis tidak ada perpanjangan dan harus Musda untuk menentukan Ketua Golkar Maros," ujarnya.

Suhartina menegaskan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai calon ketua dan tidak memiliki kandidat tertentu yang akan didukung dalam Musda mendatang. "Pada saat Musda DPD II Maros saya tidak mencalonkan diri lagi. Saya juga tidak punya calon, siapa pun yang mau maju silakan," katanya.

Ia juga membantah bahwa keputusannya mundur berkaitan dengan dinamika politik internal Golkar Sulsel, termasuk batalnya Munafri Arifuddin atau Appi maju dalam bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel setelah terbitnya surat diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kepada Ilham Arief Sirajuddin. "Tidak ada hubungannya dengan dinamika partai. Memang jauh sebelumnya saya sudah berencana nonpartai dulu," tutur Suhartina.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena adanya pekerjaan yang mengharuskannya untuk tidak terikat dengan partai politik. "Karena ada pekerjaan saya yang mewajibkan saya untuk nonpartai dulu," ujarnya. Suhartina berharap pergantian kepemimpinan di DPD II Golkar Maros dapat menjadi momentum regenerasi di tubuh partai dan membuka kesempatan bagi kader yang ingin maju memimpin Golkar Maros. "Saya ingin mempersiapkan regenerasi di Golkar Maros. Siapa pun yang berminat maju silakan karena semua pintu terbuka, tidak ada monopoli dan tidak ada intervensi," katanya.

Sementara itu, Suhartina mengaku tidak menghadiri Musda DPD I Golkar Sulsel karena sedang menjalankan ibadah umrah. Kehadiran DPD II Golkar Maros dalam Musda diwakili oleh sekretaris dan bendahara partai. "Saya izin umrah. Yang hadir Nafa dan Dahnial," ucapnya. Musda DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan digelar di Hotel Claro, Makassar, dan dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Artikel Terkait