Pendidikan

Surat dari Siswa Nias Utara untuk Presiden Mengenai Renovasi Sekolah

Seorang siswa kelas III di Nias Utara, Nasya Losefa Zega, menyerahkan surat kepada Menteri Pendidikan untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan perubahan yang terjadi di sekolah...

E
Eira Orelia
20 June 2026 13 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Surat dari Siswa Nias Utara untuk Presiden Mengenai Renovasi Sekolah
Sumber gambar: kompas.com

Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, ke SD Negeri 077279 Siofabanua di Kabupaten Nias Utara pada Kamis (19/6/2026) menjadi momen istimewa ketika seorang murid bernama Nasya Losefa Zega, yang berusia 9 tahun, menyerahkan surat berjudul “Surat Cinta untuk Pak Presiden”. Surat tersebut dititipkan kepada Abdul Mu’ti untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Abdul Mu’ti menanyakan kepada Nasya apakah ia menulis surat itu sendiri, dan dengan tegas Nasya menjawab, “Ya saya tulis sendiri, Pak.” Mendikdasmen pun memberikan apresiasi terhadap keberanian Nasya dalam mengekspresikan isi hatinya. “Bagus sekali. Nanti surat ini akan saya sampaikan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Abdul Mu’ti.

Perubahan di Sekolah

Di dalam suratnya, Nasya menceritakan tentang perubahan positif yang dialaminya di sekolah. Ia menyampaikan bahwa sekolahnya telah direnovasi dan kini dilengkapi dengan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendukung proses belajar mengajar. “Terima kasih, Bapak Presiden. Sekolah kami sekarang sudah direnovasi dan kami belajar menggunakan Papan Interaktif Digital. Saya senang sekali bisa belajar bersama teman-teman,” tulis Nasya dalam suratnya.

Nasya juga menyebutkan tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diterapkan di sekolahnya. Ia merasakan manfaat dari program tersebut yang memungkinkan dirinya dan teman-temannya menikmati makan siang di sekolah, sehingga dapat menyisihkan uang jajan untuk kebutuhan lainnya. “Setiap hari kami menikmati makanan yang enak. Uang jajan yang biasanya saya gunakan untuk membeli makan siang sekarang bisa saya tabung untuk membeli perlengkapan sekolah,” ungkapnya.

Cita-Cita dan Harapan

Di akhir suratnya, Nasya mengekspresikan keinginannya untuk terus belajar dengan giat, menghormati guru, dan menyayangi teman-temannya. Ia juga bercita-cita menjadi seorang guru agar dapat mengajar anak-anak di desanya. Surat yang ditulis oleh Nasya ini mencerminkan bagaimana perubahan fasilitas sekolah dan program pemerintah dirasakan secara langsung oleh siswa di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Perubahan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan gedung atau masuknya teknologi ke dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak di kawasan terpencil.

Artikel Terkait