Sosial & Budaya

Tanggal 1 Dzulhijjah 2026 dan Doa Awal Bulan yang Perlu Diketahui

Umat Islam akan segera menyambut Bulan Dzulhijjah 1447 H, yang merupakan bulan mulia dan penuh keutamaan. Tanggal 1 Dzulhijjah 2026 diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026.

I
Indriani Atmaja
14 May 2026 9 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Tanggal 1 Dzulhijjah 2026 dan Doa Awal Bulan yang Perlu Diketahui
Advertisement

JAKARTA - Bulan Dzulhijjah 1447 H, yang dikenal sebagai bulan mulia dalam kalender Islam, akan segera tiba. Pertanyaan yang muncul adalah, kapan tepatnya 1 Dzulhijjah 2026 akan jatuh? Berikut adalah penjelasannya.

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dihormati dalam Islam. Bulan ini juga dikenal sebagai Bulan Haji dan Bulan Qurban, karena merupakan waktu yang ditentukan untuk melaksanakan ibadah haji dan berkurban. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus." (QS. At-Taubah: 36).

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa empat bulan haram terdiri dari Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang untuk berperang, sehingga bulan-bulan tersebut dianggap suci. Dzulhijjah juga dikenal sebagai Syahrullah Asham, yang berarti Bulan Allah yang Sunyi, berkat larangan berperang yang berlaku.

Menurut Muhammad Ajib dalam bukunya yang berjudul Fiqih Qurban Perspektif Mazhab Syafi'i, Bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan yang tidak kalah pentingnya dengan Bulan Ramadhan. Salah satu keistimewaan tersebut adalah bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah dijadikan waktu yang sangat dicintai oleh Allah untuk beramal.

Prediksi Awal Bulan Dzulhijjah 2026

Merujuk pada kalender hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Dzulhijjah 2026 diperkirakan akan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga telah merilis data mengenai hilal menjelang Dzulhijjah 1447 H, yang menunjukkan bahwa hilal akhir Dzulqadah 1447 H akan terlihat pada 17 Mei 2026.

Data hisab menunjukkan bahwa hilal pada tanggal tersebut berada pada posisi 4 derajat 42 menit 15 detik dengan elongasi 10 derajat 06 menit 51 detik dan dapat terlihat selama 22 menit 53 detik. Ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03:03:02 WIB. Data dari BMKG juga menunjukkan bahwa umur bulan saat matahari terbenam pada tanggal tersebut berkisar antara 12.42 jam di Merauke, Papua, hingga 15.77 jam di Sabang, Aceh.

Dengan semua data yang ada, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar 1 Dzulhijjah 1447 H akan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha, yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1447 H, diperkirakan akan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kementerian Agama akan mengadakan sidang isbat untuk menetapkan awal Dzulhijjah 1447 H pada 17 Mei 2026. Sidang ini juga akan mengumumkan tanggal pasti Hari Raya Iduladha bagi umat Islam di Indonesia.

Artikel Terkait