Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara resmi menutup Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu malam, 12 Juli. Pameran multiproduk terbesar dan terlama di Asia Tenggara ini telah berlangsung selama 32 hari.
Rano menyatakan bahwa Jakarta Fair bukan sekadar ajang pameran, melainkan miniatur Jakarta yang menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam menggerakkan perekonomian kota. Ia mengungkapkan, "Alhamdulillah antusiasme masyarakat Jakarta dan bahkan dari luar Jakarta sangat tinggi. Terlihat pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta Fair dikunjungi lebih dari 6 juta pengunjung. Transaksi menembus lebih dari Rp8 triliun."
Harapan untuk Jakarta Fair Selanjutnya
Rano juga menambahkan bahwa tahun depan Jakarta akan merayakan usia 500 tahun, yang merupakan tonggak sejarah penting. Ia berharap Jakarta Fair tahun depan akan lebih besar, lebih meriah, dan lebih inovatif, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. "Mari kita jadikan momentum ini sebagai salah satu kado terbaik untuk menyambut 500 tahun kota Jakarta," ujarnya.
Ketua Umum Panitia Jakarta Fair 2026, Hartati Murdaya, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemprov DKI dalam gelaran tahun ini. Ia melaporkan bahwa total pengunjung Jakarta Fair mencapai 6,1 juta, dengan transaksi antara penjual dan pembeli mencapai Rp8,2 triliun.
Jakarta Fair Kemayoran tahun ini berlangsung dari 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Jumlah peserta pameran meningkat menjadi 2.800 peserta dengan 1.800 stand, terdiri dari 55 persen sektor swasta dan 45 persen sektor UMKM. Berbagai produk dari sektor industri ditampilkan, mulai dari otomotif, gadget, fashion, hingga kuliner dan kerajinan tangan.