Ekonomi

Trisula International Siapkan Rp15 Miliar untuk Pembelian Kembali Saham, Ini yang Perlu Diketahui Investor

PT Trisula International Tbk (TRIS) berencana melakukan buyback saham dengan anggaran mencapai Rp15 miliar, yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Investor perlu memahami detail rencana ini...

J
Jaya Abdi
06 July 2026 36 pembaca
Aktivitas pekerja di PT Trisula International Tbk (Foto: Dok. TRIS)
Aktivitas pekerja di PT Trisula International Tbk (Foto: Dok. TRIS)

PT Trisula International Tbk (TRIS) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham di tengah kondisi pasar yang tidak stabil. Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, menyatakan bahwa proses buyback akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. Anggaran yang disiapkan untuk aksi ini mencapai Rp15 miliar, yang mencakup biaya perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali ditargetkan sebesar tiga persen dari modal disetor perusahaan, atau maksimum sebanyak 94 juta saham. Pembelian kembali ini akan dilakukan dengan harga yang dianggap wajar oleh direksi, dengan batas maksimum Rp170 per saham. Widjaya menambahkan, "Perusahaan memperkirakan tidak ada dampak terhadap penurunan pendapatan atas pelaksanaan pembelian kembali saham."

Dampak dan Proyeksi Kinerja

Widjaya juga yakin bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan, termasuk penurunan pendapatan, sehingga proforma laba perusahaan tetap tidak berubah. Ia menjelaskan bahwa buyback ini diharapkan tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional, karena perusahaan memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan aktivitasnya.

Menurut data yang dipublikasikan oleh manajemen TRIS, jika buyback dilaksanakan sepenuhnya, jumlah saham yang beredar akan berkurang menjadi 2,99 miliar dari sebelumnya 3,09 miliar per 31 Maret 2026. Positifnya, laba per saham (EPS) TRIS diproyeksikan akan meningkat dari Rp5,57 menjadi Rp5,75 per lembar saham.

Kinerja Keuangan Kuartal I 2026

TRIS menunjukkan performa keuangan yang kuat pada kuartal I 2026, dengan pertumbuhan baik dalam penjualan dan laba bersih. Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, TRIS mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp455,33 miliar, meningkat dibandingkan Rp402,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp350,52 miliar dari Rp297,03 miliar, perusahaan berhasil mencatatkan laba usaha sebelum pajak sebesar Rp41,50 miliar.

Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba tahun berjalan TRIS pada kuartal I 2026 mencapai Rp31,96 miliar, naik dari Rp30,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp17,23 miliar, meningkat 5,72 persen dari Rp16,29 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2025. Dengan pertumbuhan ini, laba bersih per saham dasar operasi perusahaan naik menjadi Rp5,57 per lembar saham.

Dalam hal aset, total aset TRIS hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp1,42 triliun, meningkat dari Rp1,35 triliun pada akhir tahun 2025. Kas dan setara kas perusahaan tumbuh signifikan menjadi Rp195,00 miliar dari Rp132,55 miliar. Di sisi lain, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp538,61 miliar, sedikit meningkat dari Rp518,13 miliar pada akhir Desember 2025, terutama disebabkan oleh peningkatan utang bank jangka pendek yang mencapai Rp168,95 miliar. Total ekuitas TRIS juga tumbuh menjadi Rp885,19 miliar.

Berdasarkan data pergerakan harga saham di Stockbit pada 6 Juli 2026, saham TRIS menunjukkan tren penurunan pada sebagian besar periode jangka pendek hingga jangka panjang, kecuali pada satu bulan terakhir. Saham TRIS mengalami koreksi rata-rata sebesar 1,25 persen dalam sepekan terakhir, dengan harga bergerak antara Rp154 hingga Rp169 per lembar saham. Namun, dalam sebulan terakhir, saham TRIS berhasil naik sebesar 7,48 persen, dari level terendah Rp131 hingga mencapai level tertinggi Rp176.

Meski demikian, saham TRIS kembali mengalami penurunan sebesar 10,23 persen dalam tiga bulan terakhir dan anjlok 18,56 persen dalam enam bulan terakhir. Sejak awal tahun hingga pertengahan 2026, investasi pada saham TRIS mencatatkan minus sebesar 17,71 persen. Secara tahunan, saham ini masih terkoreksi tipis sebesar 5,95 persen dan menyusut hingga 30,09 persen dalam tiga tahun terakhir. Namun, dalam rentang lima tahun terakhir, saham ini mencatatkan keuntungan kumulatif sebesar 44,95 persen, meskipun dalam sepuluh tahun terakhir performanya tercatat defisit sebesar 47,33 persen.

Artikel Terkait