Pendidikan

UNJ Luncurkan Program 1.000 Sarjana Mappi 2026 untuk Mahasiswa Papua Selatan

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meluncurkan program 1.000 Sarjana Mappi dengan penjemputan simbolis calon mahasiswa dari Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026). Program ini bertujuan...

V
Vina Maharani
02 July 2026 23 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
UNJ Luncurkan Program 1.000 Sarjana Mappi 2026 untuk Mahasiswa Papua Selatan
Sumber gambar: kompas.com

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi memulai program 1.000 Sarjana Mappi dengan melakukan penjemputan simbolis bagi calon mahasiswa dari Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Selasa, 30 Juni 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang telah berlangsung selama dua tahun untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki integritas, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Penjemputan dilakukan di beberapa kampung di Distrik Obaa, memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi generasi muda di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Prof. Ifan Iskandar, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, secara langsung menjemput empat calon mahasiswa yang diterima di berbagai fakultas.

Calon Mahasiswa yang Diterima

Keempat calon mahasiswa yang dijemput adalah Maria Natalia Ikape yang akan mengambil Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH); Emeliana Wagatu yang terdaftar di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS); Maria Keylan Tamkoimu yang akan belajar di Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP); serta Theodora Maria Kabenimu yang memilih Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).

Dalam penjemputan tersebut, Prof. Ifan Iskandar menekankan bahwa kehadiran UNJ di Mappi merupakan wujud nyata dari pengabdian perguruan tinggi dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia. "Kami ingin memastikan bahwa anak-anak terbaik Mappi memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Mereka adalah calon pemimpin, pendidik, profesional, dan agen perubahan yang kelak akan kembali membangun Papua Selatan dengan ilmu, karakter, dan semangat pengabdian," ungkapnya.

Suasana Haru dalam Penjemputan

Keempat calon mahasiswa tersebut secara simbolis diserahkan kepada masing-masing dekan fakultas, yaitu Firdaus Wajdi (Dekan FISH), Syamsi Setiadi (Dekan FBS), Aip Badrujaman (Dekan FIP), dan Prof. Nofi Marlina Siregar (Dekan FIKK). Prosesi ini menjadi simbol dimulainya pembinaan akademik, penguatan karakter, dan pendampingan selama mereka menempuh pendidikan di UNJ. Suasana penjemputan di Kampung Rep, Muin, Dagimon, dan Kampung Enem dipenuhi haru, dengan orangtua dan masyarakat mengantarkan calon mahasiswa dengan doa dan harapan agar mereka dapat menjalani pendidikan dengan baik dan menjaga nama baik daerah.

UNJ sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi guru dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri asli Mappi. Dua program utama dalam kerja sama ini adalah pelatihan dan pendampingan bagi sekitar 1.000 guru serta pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang disertai program matrikulasi bagi calon mahasiswa dari Mappi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Maria Goreti Letsoin, memberikan apresiasi terhadap konsistensi UNJ dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa Program 1.000 Sarjana Mappi merupakan investasi strategis untuk melahirkan generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan berkomitmen untuk membangun daerah mereka.

Setiap dekan juga menegaskan komitmen fakultasnya untuk mendampingi mahasiswa asal Mappi. Firdaus Wajdi menyatakan bahwa FISH siap membentuk lulusan yang memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan. Syamsi Setiadi menambahkan bahwa FBS akan mengembangkan kompetensi bahasa, seni, komunikasi lintas budaya, serta wawasan global mahasiswa. Aip Badrujaman menegaskan bahwa FIP akan menjadi rumah akademik yang membentuk pendidik profesional dengan karakter yang baik. Sementara itu, Prof. Nofi Marlina Siregar menyatakan bahwa FIKK akan membina mahasiswa agar menjadi individu yang sehat, berprestasi, adaptif, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Artikel Terkait