Kreator konten dari Bali, Ni Kadek Indrayoni, telah melakukan aksi sosial yang mengesankan dengan membagikan bahan bakar dan membangun rumah untuk warga yang membutuhkan. Aksi kemanusiaan yang tidak direncanakan ini berhasil menarik lebih dari enam juta penonton di media sosial.
Ni Kadek Indrayoni, yang juga merupakan pengusaha muda pemilik Yoni Skincare dan Yoni Wear, mendanai semua kegiatan sosialnya dari hasil bisnis yang ia jalankan. Di tengah maraknya konten media sosial yang sering kali berfokus pada gimmick dan popularitas instan, Ni Kadek Indrayoni muncul dengan membawa pesan positif. Melalui aksi nyata seperti membagikan Pertalite gratis dan membangun rumah untuk masyarakat yang kurang beruntung, ia berhasil menyentuh hati banyak netizen.
Salah satu unggahan yang ia buat bahkan mencapai angka penonton yang fenomenal, melebihi enam juta. Namun, di balik kesuksesan tersebut, terdapat ketulusan yang mendasari setiap aksinya. Yoni, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah merencanakan videonya untuk menjadi viral. "Awalnya saya tidak pernah berpikir membuat konten sebesar itu. Saya hanya ingin membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan dengan kemampuan yang saya miliki," ujarnya baru-baru ini.
Ketulusan di Balik Angka Fantastis
Yoni tidak menyangka bahwa video sederhana yang menunjukkan dirinya membagikan bahan bakar kepada pengendara yang membutuhkan justru mendapatkan respons yang luar biasa. Baginya, angka enam juta penonton bukan sekadar angka, melainkan sebuah sinyal bahwa masyarakat merindukan konten yang memberikan dampak positif.
Media Sosial sebagai Sarana Kebaikan
Yoni menyadari bahwa media sosial memiliki potensi yang besar. Ia memilih untuk tidak hanya menggunakan platform tersebut untuk pamer gaya hidup, tetapi juga untuk mendokumentasikan kegiatan sosialnya sebagai bentuk edukasi dan inspirasi bagi orang lain. "Tujuan utamanya bukan untuk viral, tetapi untuk membantu sesama. Kalau akhirnya banyak yang menonton dan memberikan dukungan, saya anggap itu sebagai bonus agar kegiatan sosial ini bisa terus berjalan," tambahnya dengan rendah hati.
Ia meyakini bahwa konten yang berfokus pada eksperimen sosial dapat menjadi sarana untuk membangun kepedulian kolektif, asalkan dibuat dengan niat yang tulus, menjaga etika, dan tanpa rekayasa.