Nasional

Al-Shabaab Kuasai Kota Penting di Somalia Setelah Bentrokan Sengit

Milisi Al-Shabaab berhasil merebut Kota Teedaan di Hiiraan timur, Somalia, setelah terlibat pertempuran dengan pasukan militer pada Minggu (2/8/2026). Pertikaian ini berlangsung hampir 24 jam dan memb...

V
Vina Maharani
05 August 2026 26 pembaca
Milisi Al-Shabaab Berhasil Rebut Kota Strategis di Somalia
Milisi Al-Shabaab Berhasil Rebut Kota Strategis di Somalia

Milisi Al-Shabaab dilaporkan berhasil menguasai sebuah kota strategis di Somalia pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Menurut informasi dari seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya pada hari Senin, 3 Agustus 2026, Al-Shabaab mengambil alih Kota Teedaan di wilayah Hiiraan timur setelah terlibat dalam bentrokan dengan angkatan bersenjata Somalia.

Bentrokan antara kedua pihak berlangsung selama hampir satu hari penuh pada Minggu lalu, yang membuat suasana di seluruh kota menjadi sangat tegang. Suara tembakan terdengar di berbagai penjuru Teedaan, menciptakan ketegangan yang luar biasa di kalangan penduduk setempat.

Klaim Keberhasilan Al-Shabaab

Setelah berhasil menguasai Teedaan, Al-Shabaab juga mengklaim telah menyita berbagai perlengkapan militer dari pasukan Somalia, termasuk senjata dan kendaraan. Mereka menyatakan bahwa mereka berhasil meraih kemenangan telak dalam bentrokan tersebut. “Kami telah menguasai wilayah strategis Teedaan di Hiiraan timur setelah pertempuran sengit di pinggirannya. Kami juga telah menyita senjata, kendaraan, dan peralatan militer lainnya,” demikian pernyataan resmi Al-Shabaab.

Setelah mengalami kekalahan, pasukan militer Somalia yang sebelumnya menguasai Teedaan terpaksa mundur dari kota tersebut, sehingga kini Teedaan sepenuhnya berada di bawah kendali Al-Shabaab. Seorang tetua adat dari daerah sekitar, Hassan Ciyow, menyatakan, “Pada Minggu sore, pasukan pemerintah dan milisi lokal telah meninggalkan posisi mereka di Teedaan. Setelah itu, para pejuang Al-Shabaab masuk dan mengambil alih kendali kota.”

Rencana Pungutan Liar di Teedaan

Setelah penguasaan Teedaan, Al-Shabaab berencana untuk melakukan pungutan liar di kota tersebut. Beberapa sumber melaporkan bahwa mereka akan memungut biaya dari setiap kendaraan komersial yang ingin memasuki Teedaan, yang dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian di Somalia.

Bentrokan antara Al-Shabaab dan militer Somalia bukanlah hal yang baru, mengingat konflik antara pemerintah Somalia dan milisi ini telah berlangsung selama hampir dua dekade. Al-Shabaab, yang merupakan kelompok militan yang didirikan pada awal 2000-an, dikenal sebagai salah satu sekutu terkuat Al-Qaeda. Sejak awal berdirinya, kelompok ini telah melakukan berbagai serangan teror di Somalia dengan tujuan untuk mengambil alih pemerintahan dan menguasai seluruh wilayah demi kepentingan mereka.

Pemerintah Somalia telah berusaha keras untuk melancarkan operasi militer guna memberantas Al-Shabaab, namun upaya tersebut sering kali menemui kegagalan, terutama karena pasukan pemerintah sering kali kalah dalam pertempuran melawan milisi tersebut.

Artikel Terkait