Jakarta - Ubi cream cheese kini tengah menjadi incaran banyak orang setelah viral di berbagai platform media sosial. Kombinasi antara ubi Cilembu yang memiliki rasa manis alami dengan isian cream cheese menjadikan camilan ini dianggap lebih sehat dibandingkan dengan dessert yang berbahan dasar tepung atau gorengan. Namun, tidak semua orang mencari ubi cream cheese hanya untuk alasan kesehatan, terbukti dengan banyaknya orang yang rela antre berjam-jam hingga melewatkan waktu makan siang mereka.
Sebenarnya, tidak ada yang salah jika menyebut ubi sebagai pilihan yang sehat karena bahan utamanya memiliki indeks glikemik rendah. Namun, jika tidak bijaksana dalam mengonsumsinya, tren ubi cream cheese ini dapat membawa risiko yang sering kali tidak disadari.
Kandungan Gizi Ubi Cilembu
Ubi Cilembu kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin A, vitamin C, serta beta karoten yang berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan serat dalam ubi membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan membuat penyerapan gula berlangsung secara bertahap, berbeda dengan camilan manis biasa. Selain itu, ubi memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan banyak makanan olahan yang tinggi gula. Ubi juga mengandung kalium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi otot dan stabilitas tekanan darah. Oleh karena itu, ubi sering dianggap sebagai pilihan camilan yang lebih baik dibandingkan makanan olahan yang tinggi gula dan lemak.
Pentingnya Memperhatikan Tambahan Pemanis
Meskipun ubi Cilembu sudah memiliki rasa manis alami, perlu diingat bahwa beberapa produk ubi cheese cream mungkin menambahkan gula pasir, gula aren, susu kental manis, atau topping manis lainnya untuk meningkatkan rasa. Penambahan pemanis ini dapat membuat kandungan gula dan kalori meningkat dengan cepat. Semakin banyak topping manis yang digunakan, semakin tinggi pula total energi dalam satu porsi. Dalam kasus seperti ini, ubi cheese cream lebih mendekati dessert yang tinggi kalori ketimbang camilan sehat. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, hal ini dapat menyebabkan asupan gula dan kalori harian berlebihan, yang dalam jangka panjang dapat berhubungan dengan peningkatan berat badan dan masalah metabolik.
Antrean Panjang dan Melewatkan Makan Utama
Tren ubi cream cheese yang sedang booming membuat banyak orang rela antre berjam-jam demi mendapatkan camilan viral ini. Banyak di antara mereka yang akhirnya melewatkan waktu makan utama karena terlalu fokus menunggu ketersediaan stok. Salah satunya adalah seorang pria berusia 24 tahun dari Tangerang, yang mengaku melewatkan makan siang karena khawatir tidak kebagian ubi cream cheese.
Meskipun ubi cream cheese cukup mengenyangkan berkat kandungan karbohidrat dan lemak serta sedikit protein, camilan ini tetap tidak ideal sebagai pengganti makanan utama. Tubuh memerlukan asupan protein, serat sayur, vitamin, dan mineral yang lebih lengkap dari menu makan yang seimbang. Jika makan siang dilewatkan dan diganti dengan camilan seperti ubi cheese cream, asupan gizi pada hari tersebut bisa menjadi tidak seimbang, terutama jika produk yang dikonsumsi mengandung tambahan gula atau topping manis lainnya yang meningkatkan kalori tanpa disadari. Selain itu, perut yang terlalu lama kosong dapat memicu masalah seperti maag, yang ditandai dengan gejala seperti perut perih, kembung, mual, atau ketidaknyamanan di lambung.