Hiburan

Bahaya Tersembunyi dari Jengkol: Lebih dari Sekadar Bau Urine

Jengkol, makanan favorit di Indonesia, menyimpan risiko kesehatan serius, termasuk cedera ginjal, jika dikonsumsi secara berlebihan. Dokter mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap efek sam...

A
Adhe Dharma
20 June 2026 16 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA – Jengkol bukan hanya dikenal karena dapat menyebabkan bau urine yang menyengat, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko cedera ginjal bagi mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Meskipun menjadi salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang di Indonesia, jengkol memiliki dampak kesehatan yang perlu diperhatikan.

Dokter umum dan influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa jengkol mengandung senyawa sulfur yang dapat mempengaruhi aroma urine setelah dikonsumsi. Hal ini menjadi salah satu penyebab banyak orang mengeluhkan bau tidak sedap setelah menyantap jengkol.

Dampak Jengkol pada Aroma Urine

Menurut dr Tirta, efek jengkol pada tubuh berbeda dibandingkan dengan bawang. Sementara bawang lebih sering berpengaruh pada bau napas dan badan, jengkol memberikan dampak yang lebih signifikan pada aroma urine. "Untuk jengkol sendiri, dampaknya tuh lebih besar ke urin. Kalau kamu konsumsi jengkol itu terlalu banyak, itu bisa membuat urin beraroma sangat menyengat dan pesing," ungkap dr Tirta.

Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Meskipun banyak yang menganggap efek bau menyengat pada urine sebagai hal yang biasa, ada risiko kesehatan yang lebih serius yang harus diwaspadai. Jika jengkol dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dampak negatifnya bisa lebih besar dari sekadar bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan porsi konsumsi jengkol agar terhindar dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Artikel Terkait