Ekonomi

BEI Ungkap Rencana IPO hingga 2026, Tiga Perusahaan Besar Siap Melantai

Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa terdapat tujuh calon emiten yang siap melakukan initial public offering (IPO) hingga akhir tahun 2026, termasuk tiga perusahaan besar.

V
Vina Maharani
31 August 2026 8 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa saat ini terdapat tujuh calon emiten yang sedang menunggu untuk mencatatkan saham perdana mereka atau yang dikenal dengan istilah initial public offering (IPO). Ketujuh perusahaan tersebut berasal dari beragam sektor dengan ukuran aset yang bervariasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi aset yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat tiga perusahaan dalam daftar yang termasuk dalam kategori skala besar, di mana aset masing-masing calon emiten tersebut bernilai lebih dari Rp 250 miliar. Selain itu, terdapat dua perusahaan dengan aset skala menengah, yaitu yang memiliki nilai antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sedangkan untuk perusahaan skala kecil, yang memiliki aset di bawah Rp 50 miliar, juga terdapat dua dalam daftar tersebut.

"Sampai dengan 28 Agustus 2026, telah tercatat tujuh perusahaan yang akan mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 2,16 triliun," ungkap Saidu dalam laporannya pada Jumat, 28 Agustus.

Detail Calon Emiten Berdasarkan Sektor

Perincian mengenai calon emiten yang sedang menunggu untuk IPO akan disampaikan sesuai dengan sektor masing-masing perusahaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi dan kontribusi masing-masing perusahaan terhadap pasar modal.

Strategi IPO BUMN untuk Meningkatkan Pasar Modal

Di sisi lain, Dony Oskaria, yang merupakan Chief Operating Officer (COO) Danantara dan juga Kepala BP BUMN, menyatakan bahwa rencana IPO dari beberapa perusahaan milik negara merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan nilai dan memperdalam pasar modal di Indonesia. Ia menekankan bahwa semakin banyak perusahaan besar yang terdaftar di bursa, maka akan semakin besar pula kapitalisasi pasar dan pilihan investasi yang tersedia bagi para investor.

Ia juga menyebut Pegadaian sebagai salah satu perusahaan yang berpotensi untuk melakukan IPO. Selain Pegadaian, ada sejumlah BUMN lain yang dinilai layak untuk melantai di bursa, seperti PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, serta PT Angkasa Pura Indonesia. "Banyak sekali perusahaan yang memang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti," kata Dony setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus.

Dony menjelaskan bahwa agenda IPO merupakan salah satu langkah dalam roadmap transformasi Danantara selama lima tahun ke depan. Pada tahun pertama, Danantara akan fokus pada konsolidasi dan restrukturisasi lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa pencatatan saham BUMN yang memiliki fundamental kuat akan memberikan lebih banyak pilihan bagi investor untuk berinvestasi di bursa. "Kami tentu menyambut baik (rencana Danantara)," ujar Jeffrey kepada Katadata pada Kamis, 6 Agustus.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Nikmati pengalaman membaca yang lebih nyaman dan fitur menarik lainnya melalui aplikasi mobile Katadata.

Artikel Terkait