Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sedang merancang skema penyelesaian untuk mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T. Ia menegaskan bahwa BGN memandang para mitra sebagai rekan dalam menjalankan program MBG.
Sudaryono menyatakan, "Berbulan-bulan mereka menanti kepastian tanpa kejelasan. Para mitra datang membawa pesan, kita pantang mengabaikan," melalui unggahan di akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono.
Dalam unggahan tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa tugasnya sebagai pimpinan BGN adalah mendengarkan masukan dari para mitra dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Ia menegaskan bahwa hubungan BGN dengan APGI 3T bukanlah hubungan atasan dan bawahan.
Sudaryono menambahkan bahwa setiap keluhan dari para mitra menjadi masukan bagi BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program. Saat ini, BGN sedang merumuskan skema penyelesaian agar masalah yang dihadapi para mitra dapat diselesaikan tanpa merugikan salah satu pihak. "Skema penyelesaian sedang dirumuskan agar tidak ada pihak menanggung rugi. APGI 3T adalah mitra kami," ujarnya.
Unggahan tersebut juga menunjukkan momen ketika Sudaryono bertemu dengan perwakilan APGI 3T yang datang ke Kantor BGN untuk menyampaikan aspirasi terkait pembayaran kerjasama yang belum jelas. Dalam video itu, petugas keamanan sempat meminta mereka keluar dari area kantor sebelum Sudaryono menemui mereka secara langsung.
Perwakilan APGI 3T mengungkapkan bahwa anggotanya berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka mengaku telah menjadi mitra SPPG di wilayah terpencil selama sekitar satu tahun, tetapi pembayaran yang biasanya dilakukan setelah evaluasi selama 35 hari kini belum memiliki kepastian selama hampir sembilan bulan.
Mereka menekankan bahwa masalah utama bukan hanya keterlambatan pembayaran, tetapi juga ketidakpastian mengenai waktu penyelesaiannya. Sudaryono mengaku telah mempelajari masalah ini sejak menjabat sebagai kepala BGN dan meminta waktu agar skema penyelesaian yang sedang disusun dapat segera dirampungkan. "Kasih saya waktu. Yang bisa saya pastikan adalah bapak-ibu (mitra SPPG) semua mungkin tidak bisa untung seperti apa yang diharapkan, tapi setidaknya bapak-ibu tidak dirugikan," katanya.
Ia menambahkan bahwa skema tersebut akan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada para mitra. "Skemanya lagi saya carikan. Ini direkam semua, Anda boleh rekam semua. Saya pertanggungjawabkan sebagai pimpinan di sini," ujarnya.
Suasana pertemuan menjadi emosional ketika seorang anggota APGI 3T asal Papua Barat mengaku telah berada di Jakarta selama empat bulan untuk menunggu penyelesaian masalah tersebut. Perempuan itu menangis sambil mengatakan rumahnya terancam ditarik. Sudaryono kemudian menghampiri dan memeluknya sambil memintanya bersabar. "Pokoknya sabar sedikit, ya," ujar Sudaryono.
Di akhir pertemuan, ia meminta jajaran humas BGN untuk terus memberikan perkembangan kepada para mitra mengenai proses penyelesaian yang sedang disusun. "Kalau ada di antara teman-teman yang tanya, kasih updatenya ya," ujarnya.