Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi pertama perdagangan akhir pekan ini mengalami penurunan yang cukup kecil. Meskipun demikian, sejumlah broker menunjukkan aktivitas yang sangat aktif, di antaranya adalah Broker XL yang dimiliki oleh Stockbit Sekuritas Digital. Broker ini berhasil memimpin daftar broker teratas dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,8 triliun.
Broker XL berada di posisi teratas, mengungguli Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp2,7 triliun, serta Mandiri Sekuritas (CC) yang mencapai Rp1,8 triliun. Aktivitas ini menunjukkan bahwa persaingan di antara broker-broker besar di pasar reguler masih sangat intens.
Volume Perdagangan yang Mencolok
Namun, yang menarik dari Broker XL bukan hanya nilai transaksinya. Broker ini juga mencatatkan total volume perdagangan yang mencapai 10,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi melebihi 1 juta kali hanya dalam sesi pertama. Angka ini menjadikan XL sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan terbesar di Bursa Efek Indonesia pada hari ini.
Di bawah XL, Mandiri Sekuritas mencatatkan volume perdagangan sekitar 3,7 miliar saham dengan frekuensi mencapai 228,8 ribu kali transaksi. Sementara itu, broker YP membukukan volume 3,6 miliar saham dengan frekuensi sekitar 219,1 ribu kali. UBS Sekuritas Indonesia (AK) juga menunjukkan aktivitas yang signifikan dengan volume perdagangan sekitar 2,5 miliar saham dan frekuensi 139,3 ribu kali. Broker LG mencatatkan volume sekitar 1 miliar saham dengan frekuensi 22,5 ribu kali transaksi.
Pergerakan Dana Asing yang Dinamis
Lonjakan aktivitas broker ini terjadi di tengah rotasi besar yang berlangsung di sejumlah saham dengan volume perdagangan yang sangat tinggi. Pergerakan dana asing menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi tingginya transaksi di sesi pertama. Data menunjukkan bahwa saham BUMI menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing dengan net foreign sell mencapai sekitar 254,56 juta saham. Tekanan jual asing juga terlihat pada saham GOTO dengan net sell sekitar 205,71 juta saham dan KOTA sekitar 106,63 juta saham.
Sementara itu, investor asing juga melepas BMRI sekitar 45,24 juta saham dan DSSA sekitar 19,38 juta saham. Di sisi lain, dana asing mulai masuk ke saham-saham tertentu yang mendukung indeks, seperti DMAS yang menjadi incaran utama dengan net buy sekitar 86,97 juta saham. BBRI juga dibeli asing sekitar 46,91 juta saham, diikuti oleh TLKM dengan 16,24 juta saham dan BBCA sebanyak 13,24 juta saham.
Pergerakan ini tercermin pada harga saham di pasar reguler, di mana BBCA mengalami penguatan sebesar 2,41 persen, BMRI naik 1,29 persen, dan TLKM melonjak 2,39 persen sepanjang sesi pertama. Ini menunjukkan bahwa meskipun saham berbasis komoditas dan beberapa saham lapis dua mengalami tekanan, sebagian dana justru mengalir ke saham-saham defensif serta big caps yang berbasis perbankan dan telekomunikasi.
Pola transaksi broker hari ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dengan cepat dan likuiditas tetap tinggi meskipun IHSG cenderung stagnan. Aktivitas XL yang mencapai transaksi Rp2,8 triliun dan frekuensi hingga 1 juta kali mencerminkan bagaimana broker digital mulai mengambil peran dominan dalam perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia.