Ekonomi

BTPN Syariah Catat Laba Bersih Rp 1,01 Triliun Hingga Kuartal III 2026

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,01 triliun hingga kuartal III 2026, didorong oleh kualitas pembiayaan yang semakin baik.

E
Eko Prasetyo
25 October 2026 5 pembaca
Ahmad Islamy
Ahmad Islamy

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,01 triliun hingga kuartal III tahun 2026. Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Selain laba, BTPS juga mengalami pertumbuhan aset tahunan sebesar 8%, mencapai Rp 24 triliun. Di sisi lain, pembiayaan meningkat sebesar 13% menjadi Rp 11 triliun.

Kinerja positif ini didukung oleh kondisi keuangan yang solid, yang terlihat dari return on asset (RoA) sebesar 7,3% dan capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 59%. Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menyatakan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan tidak lepas dari konsistensi dalam menjaga kualitas pembiayaan, penerapan pengelolaan risiko yang disiplin, serta pendampingan berkelanjutan kepada nasabah. "Hal ini mencerminkan semakin kuatnya disiplin dan kapasitas nasabah dalam menjalankan usaha, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan pendampingan yang menjadi bagian dari model bisnis BTPN Syariah," ujarnya.

Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Fachmy menambahkan bahwa kualitas pertumbuhan merupakan salah satu fondasi penting bagi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. "Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkualitas merupakan fondasi utama untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tuturnya. Saat ini, BTPS berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat inklusi, terutama perempuan produktif di segmen mass market. Untuk mendukung ini, perusahaan melaksanakan berbagai program pendampingan dan pengembangan kapasitas melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Program-program tersebut mencakup perluasan akses pembelajaran, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas usaha nasabah agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Salah satu bentuk apresiasi kepada nasabah adalah Program Umrah Satu Pesawat, yang memberikan kesempatan kepada nasabah inspiratif dan kelompok nasabah dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah bersama dalam satu penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada November 2026. Program ini diberikan kepada nasabah yang konsisten mengikuti Pertemuan Rutin Sentra (PRS), melakukan pembayaran tepat waktu, aktif menabung, serta menunjukkan perkembangan usaha yang baik.

Pengembangan Produk dan Layanan

Dari sisi bisnis, BTPS terus mengembangkan produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam. Perusahaan memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang dan memperkuat kerja sama pembiayaan dengan lembaga keuangan nonbank. Dalam hal pendanaan, BTPS menawarkan berbagai pilihan instrumen investasi syariah, termasuk sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah Sukuk Ritel Seri SR025, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi sesuai prinsip syariah sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Perusahaan juga meluncurkan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), produk yang mengintegrasikan manfaat ekonomi dengan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan kualitas pembiayaan yang semakin baik, permodalan yang kuat, serta model pendampingan yang terus dilaksanakan, BTPS optimis dapat memperkuat ketahanan bisnis sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Hingga 30 September 2026, total aset BTPN Syariah tercatat sebesar Rp 24 triliun. Perusahaan ini memiliki sekitar 14,5 ribu karyawan dan telah melayani 7 juta nasabah, dengan 3,81 juta di antaranya merupakan nasabah aktif. Layanan BTPS menjangkau 247 ribu komunitas yang tersebar di 2.650 kecamatan di 26 provinsi di Indonesia.

Artikel Terkait