Ekonomi

--- PTBA Pertimbangkan Rencana Pembelian Kembali Saham di Tengah Ketidakpastian Pasar ---

--- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) sedang mengevaluasi kemungkinan melakukan buyback saham di tengah fluktuasi pasar modal yang terjadi baik secara domestik maupun global. ---

J
Jarot Kusna
25 October 2026 5 pembaca
Mela Syaharani
Mela Syaharani
---TITLEEXCERPT--- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) sedang mengevaluasi kemungkinan melakukan buyback saham di tengah fluktuasi pasar modal yang terjadi baik secara domestik maupun global. ---CONTENT---

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) saat ini sedang melakukan kajian terkait potensi pembelian kembali saham (buyback). Rencana ini muncul di tengah dinamika serta fluktuasi yang terjadi di pasar saham, baik di dalam negeri maupun global. Perusahaan menyatakan bahwa kajian ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas nilai perusahaan.

Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memberikan perlindungan serta nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan. Eko Prayitno, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PTBA, menjelaskan bahwa perusahaan menyadari pentingnya merespons dinamika pasar dengan bijak. “Saat ini, Manajemen PTBA tengah mengkaji berbagai opsi strategis, termasuk potensi buyback saham, untuk memastikan setiap keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan pada prinsip kehati-hatian yang terukur, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), serta kerangka regulasi yang berlaku,” ungkap Eko dalam siaran pers yang dirilis pada Sabtu (24/10).

Pengamatan Terhadap Kondisi Ekonomi dan Pasar

Eko menambahkan bahwa perusahaan akan terus memantau perkembangan kondisi makro ekonomi, tren industri energi, serta dinamika pasar modal dengan seksama. Setiap pertimbangan yang diambil akan mempertimbangkan aspek likuiditas, kebutuhan modal kerja, dan pemenuhan rencana pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.

Fokus utama PTBA tetap pada menjaga kinerja operasional yang solid, efisiensi biaya, serta keberlanjutan agenda transformasi dan pencapaian kedaulatan sektor energi nasional. “Apabila dari hasil kajian mendalam tersebut manajemen memutuskan untuk mengeksekusi rencana buyback saham atau tindakan korporasi strategis lainnya, PTBA akan segera menyampaikan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),” katanya.

Kinerja Keuangan yang Meningkat

Pada semester pertama tahun 2026, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 2,65 triliun, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 218% secara tahunan. Kinerja ini didorong oleh pemulihan operasional pada kuartal kedua, peningkatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.

Dari sisi operasional, PTBA mencatat produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dengan total volume penjualan mencapai 21,10 juta ton. Penjualan ekspor tercatat sebesar 10,33 juta ton, meningkat 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan energi untuk pasar domestik demi menjaga ketahanan energi nasional tetap menjadi prioritas utama, dengan realisasi penjualan domestik mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan perusahaan hingga semester I 2026.

Artikel Terkait