Ekonomi

Burhanuddin Abdullah Muncul Sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia

Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia, menjadi salah satu kandidat dalam pencalonan Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meminta p...

D
Darma Yudhistira
30 July 2026 22 pembaca
Agustiyanti
Agustiyanti

Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, sejumlah nama mulai bermunculan dalam bursa pencalonan. Salah satu nama yang mencolok adalah Burhanuddin Abdullah, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur BI dan kini merupakan Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Menanggapi kemunculan nama Burhanuddin dalam bursa calon Gubernur BI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta agar masyarakat bersabar. “Kita tunggu saja dulu,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (29/7).

Profil Burhanuddin Abdullah

Burhanuddin Abdullah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dari tahun 2003 hingga 2008. Sebelumnya, ia juga pernah memegang posisi sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid di tahun 2001. Lahir di Garut pada 10 Juli 1947, Burhanuddin menyelesaikan pendidikan tingginya dengan gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Padjadjaran pada tahun 1974. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master of Arts in Economics dari College of Business, Michigan State University, USA pada tahun 1984.

Burhanuddin juga memiliki pengalaman internasional, di mana ia pernah menjabat sebagai Assistant Executive Director of IMF untuk Grup Asia Tenggara, yang mencakup negara-negara seperti Indonesia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Setelah berkarir di luar negeri, ia kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai Kepala Bagian Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan Internasional di Bank Indonesia pada periode 1994-1995.

Keterlibatan dalam Tim Kampanye dan KPPU

Di samping itu, Burhanuddin Abdullah juga aktif sebagai salah satu Anggota Dewan Pakar dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran untuk pemilu 2024. Pada bulan Mei yang lalu, ia ditunjuk sebagai Dewan Penasihat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), di mana ia bekerja bersama Fuad Bawazier dan Sahala Benny Pasaribu. Tugas mereka adalah memberikan pertimbangan dalam penetapan kebijakan strategis untuk memastikan penerapan Undang-Undang Persaingan Usaha dan Undang-Undang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjalan efektif.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id. Nikmati pengalaman membaca yang lebih nyaman dan fitur menarik lainnya melalui aplikasi mobile Katadata.

Artikel Terkait