Nasional

Bus Kementerian Pertahanan Tabrak Lari Ojek Online di Monas

Sebuah bus milik Kementerian Pertahanan diduga terlibat dalam insiden tabrak lari terhadap pengemudi ojek online di Monas, Jakarta Pusat.

D
Dinda Mughni
25 July 2026 26 pembaca
Viral Bus Kementerian Pertahanan Tabrak Lari Ojek Online di Monas
Viral Bus Kementerian Pertahanan Tabrak Lari Ojek Online di Monas

Sebuah postingan di media sosial mengungkapkan peristiwa bus milik Kementerian Pertahanan (Kemhan) menabrak motor pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi perbincangan publik. Dalam unggahan tersebut, bus Kemhan disebut melarikan diri setelah menabrak motor ojol yang sedang putar balik di sekitar Monas, Jakarta Pusat.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 15.50 WIB. Dalam unggahan dijelaskan bahwa seorang pengemudi ojol diduga menjadi korban tabrak lari oleh bus Kemhan di kawasan putaran Halte Monas. Video kejadian menunjukkan korban berada di lokasi sambil menjelaskan kronologi insiden yang dialaminya. Korban mengaku tidak mendapatkan respons baik dari pihak kendaraan yang diduga menabraknya.

Menurut keterangannya, saat kecelakaan terjadi, alih-alih berhenti untuk menyelesaikan masalah, pihak yang berada di kendaraan tersebut justru sempat marah. Dalam video, pengemudi ojol menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat dirinya ingin putar balik, namun terpaksa berhenti sejenak karena ada bus TransJakarta yang hendak melintas. Tiba-tiba, bus milik Kemhan berwarna hitam menabraknya.

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Dia memastikan bahwa kedua belah pihak, yaitu pengemudi ojol dan sopir bus Kemhan, sudah bertemu secara langsung dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. "Kementerian Pertahanan telah memonitor informasi tersebut. Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Rico menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan tetap mengingatkan seluruh personel untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta bertanggung jawab apabila terjadi insiden di jalan. "Kami tidak ingin berspekulasi mengenai narasi yang berkembang di media sosial di luar fakta yang telah kami peroleh," tutupnya.

Artikel Terkait