Kesehatan

--- Cara Aman Menurunkan Berat Badan Tanpa Risiko Kesehatan ---

--- Menurunkan berat badan harus dilakukan dengan metode yang tepat, terutama bagi individu yang mengalami obesitas. Menghindari diet ekstrem dan obat-obatan tidak terdaftar sangat penting untuk menja...

E
Eko Prasetyo
14 August 2026 17 pembaca
Spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya sekaligus Bachelor of Medical Science dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK (Foto: Ari Saputra/detikHealth)
Spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya sekaligus Bachelor of Medical Science dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK (Foto: Ari Saputra/detikHealth)
---TITLEEXCERPT--- Menurunkan berat badan harus dilakukan dengan metode yang tepat, terutama bagi individu yang mengalami obesitas. Menghindari diet ekstrem dan obat-obatan tidak terdaftar sangat penting untuk menjaga kesehatan. ---CONTENT---

Jakarta - Proses penurunan berat badan, khususnya bagi mereka yang mengalami obesitas, harus dilakukan dengan cara yang benar. Keinginan untuk mendapatkan hasil cepat sering kali mendorong individu untuk menerapkan pola diet yang terlalu ketat.

Spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Brawijaya, dr. Prinindita Artiara Dewi, SpGK, menjelaskan bahwa salah satu kesalahan umum adalah memangkas asupan makanan secara drastis. Contohnya, hanya makan satu kali dalam sehari atau menghindari kelompok makanan tertentu. "Misalnya satu kali makan sehari atau memilih-milih makanannya. Jadi tidak mau makan karbohidrat sama sekali, hanya makan protein saja misalnya contohnya seperti itu," ujarnya dalam acara Health Corner bertema 'Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Obat Abal-abal', yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pentingnya Nutrisi Seimbang

Menurut dr. Prinindita, tubuh memerlukan berbagai zat gizi untuk berfungsi dengan baik. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi, sedangkan protein berfungsi sebagai zat pembangun. Selain itu, tubuh juga memerlukan lemak, serat, serta berbagai nutrisi dari sayuran dan buah-buahan.

Risiko Menggunakan Obat Diet yang Tidak Terdaftar

Selain menerapkan diet ekstrem, dr. Prinindita juga mengingatkan untuk tidak sembarangan membeli obat penurun berat badan yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia mencontohkan adanya obat yang telah ditarik dari peredaran sejak tahun 2010, namun masih ditemukan di pasaran. "Itu ternyata masih beredar di pasaran itu efeknya berbahaya sekali," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan agar masyarakat berhati-hati dalam membeli obat penurun berat badan secara online. Penggunaan obat-obatan tertentu dapat berisiko terhadap kesehatan, termasuk meningkatkan kemungkinan penyakit jantung. "Jadi kalau misalnya sampai em orang-orang di luar sana melihat online kemudian akan membeli itu nanti akan ada konsekuensinya karena obat tersebut dapat menyebabkan resiko-resiko penyakit jantung bahkan," jelasnya.

Dr. Prinindita juga menyebutkan adanya kenaikan sebesar 16 persen dalam kasus komplikasi setelah dilakukan penelitian. "Akhirnya obat itu kemudian ditarik. Nah jadi istilahnya lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," ungkapnya.

Artikel Terkait