Kesehatan

--- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat MPR, Psikolog Jelaskan Efeknya pada Korban ---

--- Kasus gaslighting yang terjadi di Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 di Kalimantan Barat menarik perhatian, dengan psikolog menjelaskan dampak psikologis yang dialami korban. ---

A
Adhe Dharma
13 May 2026 12 pembaca
---
Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat MPR, Psikolog Jelaskan Efeknya pada Korban

---
Foto: YouTube/MPRGOID
---TITLEEXCERPT--- Kasus gaslighting yang terjadi di Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 di Kalimantan Barat menarik perhatian, dengan psikolog menjelaskan dampak psikologis yang dialami korban. ---CONTENT---

Jakarta - Istilah gaslighting menjadi perbincangan hangat setelah muncul dalam konteks Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Provinsi Kalimantan Barat, yang melibatkan pembawa acara Shindy Lutfiana. Pernyataan yang disampaikan oleh pembaca acara tersebut dianggap oleh netizen sebagai tindakan gaslighting, yang membuat siswa dari SMAN 1 Pontianak merasa tertekan dan 'kecil'. Apa sebenarnya dampak dari gaslighting terhadap korban?

Dampak Psikologis Gaslighting

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa ada tiga dampak utama yang dapat dialami oleh korban gaslighting. Pertama, hilangnya kepercayaan diri. Korban sering merasa ragu terhadap pemikiran dan perasaan mereka sendiri akibat manipulasi yang dilakukan oleh orang lain. "Korban gaslighting ini akan merasa tidak yakin dengan dia punya pemikiran dan perasaannya. Karena seringkali dimanipulasi atau dibolak-balik oleh lawan bicaranya," ungkap Anastasia saat dihubungi.

Dia menambahkan, "Dia menjadi kurang percaya diri dengan value yang dia punya, karena setelah melakukan sesuatu yang benar atau yang baik, belum tentu responsnya seperti yang dia pelajari. Hal baik berbuah baik."

Kecemasan dan Mood yang Menurun

Dampak kedua yang dihadapi korban adalah meningkatnya rasa cemas. Anastasia menjelaskan bahwa setelah mengalami manipulasi, korban sering merasa khawatir tentang bagaimana orang lain memahami maksud mereka. "Orang lain akan berpikir apa tentang aku? Orang lain akan merasa atau menilai aku cukup baik atau tidak? Jangan-jangan aku dinilai salah?" katanya.

Dia juga menekankan bahwa gaslighting dapat membuat korban merasa cemas dan ragu, "Jadi intinya mengarah ke sana. Jadi gaslighting membuat diri korban cemas."

Konsekuensi lebih lanjut dari gaslighting adalah penurunan mood yang bisa berujung pada perasaan sedih atau bahkan depresi. "Jadi pada korban gaslighting biasanya ada yang juga kondisi di mana dia tidak mampu untuk berperang dengan pikiran overthinking, cemasnya, dan turunnya kepercayaan dirinya," jelas Anastasia.

Dia menambahkan, "Lalu mengarah ke sensasi sedih yang mendalam atau depresi. Merasa tidak dipahami, merasa selalu salah, merasa aku tidak capable, merasa aku tidak ada masa depan baik."

Gaslighting dapat mengakibatkan seseorang meragukan masa depannya dan selalu merasa kurang, meskipun telah berusaha melakukan yang terbaik.

Artikel Terkait