Kesehatan

Dampak Negatif Jus Buah Kemasan Terungkap dalam Studi Jangka Panjang

Sebuah penelitian selama 25 tahun menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis, termasuk jus buah kemasan, sejak kecil dapat meningkatkan risiko hipertensi di kemudian hari.

E
Eko Prasetyo
03 August 2026 22 pembaca
Foto: Ilustrasi jus buah kemasan (Getty Images/efetova)
Foto: Ilustrasi jus buah kemasan (Getty Images/efetova)

Jakarta - Kebiasaan mengonsumsi minuman manis sejak usia dini dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan di masa depan. Penelitian yang dilakukan selama 25 tahun oleh para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Universitas Toronto menemukan bahwa kebiasaan ini secara signifikan meningkatkan risiko hipertensi saat seseorang dewasa. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation milik American Heart Association (AHA) ini melibatkan lebih dari 25.000 partisipan yang dilacak dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya konsumsi jus buah kemasan, soda, dan minuman olahraga sejak usia dini berhubungan langsung dengan peningkatan risiko hipertensi di masa depan. Data menunjukkan bahwa jenis minuman manis yang dikonsumsi memiliki dampak yang berbeda terhadap risiko tekanan darah tinggi.

Risiko Hipertensi dari Minuman Manis

Partisipan yang mengonsumsi dua porsi atau lebih minuman manis setiap hari memiliki risiko hipertensi 52 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari tiga porsi dalam seminggu. Secara spesifik, setiap porsi harian minuman olahraga meningkatkan risiko hipertensi hingga 36 persen, sedangkan untuk soda, peningkatannya mencapai 23 persen.

Dampak Jus Buah Kemasan

Minum satu setengah porsi atau lebih jus buah kemasan setiap hari dapat meningkatkan risiko hipertensi sebesar 35 persen. Secara rinci, setiap porsi harian jus jeruk kemasan berhubungan dengan peningkatan risiko sebesar 20 persen. Penting untuk dicatat bahwa risiko ini tetap tinggi meskipun seseorang memiliki pola makan yang baik atau rutin berolahraga. "Pola makan di awal kehidupan memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang. Tekanan darah tinggi kini juga makin banyak ditemukan pada usia yang lebih muda, termasuk anak-anak dan remaja," jelas Prof Vasanti Malik, penulis utama studi tersebut.

Banyak orang beranggapan bahwa jus buah adalah pilihan minuman yang sehat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa jus buah olahan sering kehilangan serat alami yang ada pada buah utuh dan kadang mengandung gula tambahan yang tersembunyi. Dr Amit Khera, seorang pakar kardiologi preventif, menjelaskan bahwa pemahaman yang keliru mengenai gula fruktosa dapat membahayakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gula dalam minuman manis dan jus buah olahan dapat meningkatkan risiko penyakit, sedangkan fruktosa dari buah utuh tidak meningkatkan risiko hipertensi.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih minuman, terutama yang mengandung gula tambahan.

Artikel Terkait