Kesehatan

Diabetes Dapat Mengancam Kesehatan Otak dan Meningkatkan Risiko Stroke

Diabetes tidak hanya berpengaruh pada kadar gula darah, tetapi juga dapat merusak organ tubuh, termasuk otak, serta meningkatkan risiko stroke. Pengelolaan yang tepat sangat penting untuk mencegah kom...

E
Eira Orelia
03 August 2026 22 pembaca
Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/GrafikLab)
Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/GrafikLab)

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa diabetes hanya berhubungan dengan kadar gula darah. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat merusak berbagai organ, termasuk otak. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengalirkan darah ke otak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke serta gangguan fungsi kognitif, seperti daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.

Diabetes dan Risiko Stroke

Salah satu komplikasi serius yang dapat muncul akibat diabetes adalah stroke. Mereka yang menderita diabetes memiliki risiko stroke yang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan individu yang tidak mengidap penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah. Seiring berjalannya waktu, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku, sehingga lebih rentan terhadap pembentukan gumpalan darah. Jika gumpalan tersebut menghalangi aliran darah ke otak, maka dapat menyebabkan stroke iskemik.

"Dengan merusak lapisan dalam pembuluh darah, glukosa membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap penyempitan, pengerasan, dan pada akhirnya pembentukan bekuan darah," ungkap Direktur dan Konsultan Senior Neurologi KIMS Hospital Electronic City, Bengaluru, Dr Sujit Kumar.

Otak memerlukan pasokan darah yang kaya oksigen secara terus-menerus untuk berfungsi dengan baik. Ketika aliran darah terhenti, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, stroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Risiko stroke juga semakin meningkat karena diabetes sering disertai dengan kondisi lain, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, atau penyakit jantung. Kombinasi dari berbagai faktor tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke, termasuk stroke berulang.

Dampak Gula Darah Tinggi terhadap Fungsi Otak

Selain meningkatkan risiko stroke, diabetes juga dapat mempengaruhi fungsi otak secara bertahap. Kadar gula darah yang tinggi dalam periode yang lama dapat merusak pembuluh darah kecil di otak dan memicu peradangan kronis serta stres oksidatif. Kondisi ini dapat memengaruhi cara kerja otak, sehingga beberapa orang mengalami kesulitan dalam mengingat, berkonsentrasi, mempelajari informasi baru, atau mengambil keputusan.

"Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menderita diabetes dalam jangka waktu lama lebih rentan mengalami demensia vaskular dan penyakit Alzheimer. Namun, hubungan yang pasti antara diabetes dan Alzheimer masih belum terbukti," jelas Dr Kumar.

Bukan hanya gula darah tinggi yang perlu diwaspadai. Gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat mengganggu fungsi otak. Mengingat otak bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama, penurunan kadar gula darah yang drastis dapat menyebabkan kebingungan, pusing, kejang, bahkan kehilangan kesadaran. Jika kondisi ini terjadi berulang kali dan tidak segera ditangani, maka dapat berpotensi menyebabkan gangguan kognitif, terutama pada lansia.

Langkah-langkah untuk Melindungi Kesehatan Otak bagi Pengidap Diabetes

Mengelola diabetes dengan baik adalah langkah utama dalam menurunkan risiko stroke dan menjaga kesehatan otak. Ini mencakup mematuhi pengobatan sesuai dengan resep dokter, memantau kadar gula darah, serta mengikuti rencana perawatan yang direkomendasikan.

"Pengelolaan faktor risiko kardiovaskular lainnya juga sangat penting. Tekanan darah dan kadar kolesterol harus dijaga dalam kisaran yang direkomendasikan," tambah Dr Kumar.

Selain itu, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, dan memastikan waktu tidur yang cukup juga dapat membantu mengurangi risiko stroke secara signifikan.

Artikel Terkait