Kesehatan

--- Donald Trump Rayakan Ulang Tahun ke-80, Apa yang Terjadi pada Tubuh di Usia Tua? ---

--- Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni. Di usia ini, kondisi fisiknya menjadi sorotan, terutama terkait dengan berbagai masalah kesehatan y...

A
Adhe Dharma
19 June 2026 2 pembaca
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
---TITLEEXCERPT--- Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni. Di usia ini, kondisi fisiknya menjadi sorotan, terutama terkait dengan berbagai masalah kesehatan yang dialaminya. ---CONTENT---

Presiden Amerika Serikat yang pernah menjabat, Donald Trump, memasuki fase baru dalam hidupnya dengan merayakan ulang tahun ke-80 pada tanggal 14 Juni. Momen ini menjadi penting karena menjadikannya salah satu tokoh tertua yang terlibat dalam politik puncak AS, mengikuti pendahulunya, Joe Biden, yang juga berusia 80 tahun saat ini. Di tengah kesibukan politik dan tugasnya, kesehatan fisik Trump menjadi perhatian publik, terutama dengan munculnya beberapa gejala fisik seperti kaki yang bengkak dan memar di tangan, yang memicu diskusi tentang kemampuan fisik seorang lansia di usia delapan puluhan.

Riwayat Kesehatan Donald Trump

Berdasarkan informasi dari catatan medis dan laporan tim dokter kepresidenan yang telah dipublikasikan, Trump diketahui memiliki sejumlah kondisi kesehatan kronis yang terus dipantau. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penyakit Jantung Koroner Ringan: Pemindaian kalsium arteri koroner menunjukkan adanya penumpukan plak, sehingga ia rutin mengonsumsi obat penurun kolesterol dosis tinggi.
  • Hiperkolesterolemia (Kolesterol Tinggi): Memiliki kecenderungan kadar kolesterol tinggi yang dipengaruhi oleh pola makan.
  • Obesitas: Indeks massa tubuh (IMT) Trump sering kali berada di ambang batas obesitas ringan, yang menjadi perhatian karena dapat meningkatkan beban kerja jantung dan persendian lutut.
  • Rosacea: Kondisi kulit kronis yang menyebabkan kemerahan pada wajah.

Perubahan pada Tubuh Manusia di Usia 80 Tahun

Menurut laporan dari USA Today, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mencatat bahwa harapan hidup rata-rata pria adalah 76,5 tahun. Namun, dengan dukungan ekonomi yang baik dan akses medis yang memadai, sekitar setengah dari populasi pria kini dapat mencapai usia 80-an. Steven Austad, seorang pakar penuaan dari University of Alabama, menyatakan bahwa "usia 80 tahun di era modern sudah berbeda". Proses penuaan setiap individu sangat bervariasi tergantung pada faktor genetik dan gaya hidup. Berikut adalah beberapa perubahan biologis yang umumnya terjadi pada tubuh di usia 80 tahun:

  1. Volume Otak Menyusut: Data dari Harvard Health menunjukkan bahwa volume dan berat otak manusia rata-rata menyusut sekitar 5 persen setiap dekade setelah usia 40 tahun, dan penyusutan ini semakin cepat setelah usia 70 tahun. Hal ini menyebabkan kemampuan komunikasi antar-sel saraf menurun, sehingga tugas kognitif memerlukan waktu lebih lama. Lansia di usia ini sering kali mengalami kesulitan dalam mengingat kata-kata, nama, atau judul film. Namun, ada kelompok lansia yang dikenal sebagai "super-agers", yaitu mereka yang berusia di atas 80 tahun namun memiliki kapasitas memori setara dengan orang berusia 50 tahun karena penyusutan otak yang lebih lambat.
  2. Pengerasan Pembuluh Darah: Mayo Clinic menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, pembuluh darah arteri menjadi lebih kaku. Akibatnya, jantung harus memompa darah dengan lebih keras. Kondisi ini mengurangi kemampuan jantung untuk berdetak cepat saat tubuh mengalami stres fisik atau kelelahan, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, gagal jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
  3. Kepadatan Tulang Merosot: Kepadatan tulang manusia mencapai puncaknya pada akhir usia 20-an. Memasuki usia 80 tahun, tulang akan melemah karena ukuran dan densitasnya menyusut drastis. Penurunan ini juga disertai dengan berkurangnya kekuatan, daya tahan, serta fleksibilitas otot, yang dapat mengganggu keseimbangan dan stabilitas tubuh, sehingga lansia menjadi sangat rentan terhadap risiko jatuh dan patah tulang.

Untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal di usia senja, para ahli kesehatan merekomendasikan agar lansia melakukan aktivitas fisik ringan secara konsisten minimal 150 menit setiap minggu, menjaga pola makan rendah natrium, serta tetap aktif bersosialisasi untuk memelihara kesehatan mental dan ketajaman otak.

Artikel Terkait