Pendidikan

Dosen Unair Veryl Hasan Masuk Nominasi Pertemuan Lindau Nobel Laureate 2026 Berkat Penelitian Konservasi Perairan

Dr. Veryl Hasan dari Universitas Airlangga terpilih sebagai nominasi dalam ajang The 75th Lindau Nobel Laureate Meeting 2026 berkat konsistensinya dalam penelitian konservasi sumber daya perairan.

E
Eira Orelia
15 May 2026 7 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Dosen Unair Veryl Hasan Masuk Nominasi Pertemuan Lindau Nobel Laureate 2026 Berkat Penelitian Konservasi Perairan
Sumber gambar: kompas.com

Konsistensi dalam melakukan penelitian di bidang konservasi sumber daya perairan membawa Dr. Veryl Hasan S.Pi., M.P, seorang dosen di Universitas Airlangga (Unair), masuk dalam nominasi ajang The 75th Lindau Nobel Laureate Meeting 2026. Berdasarkan informasi dari situs resmi Unair, Lindau Nobel Laureate Meeting merupakan forum ilmiah tahunan yang mempertemukan para peraih Hadiah Nobel dengan ilmuwan muda berbakat dari seluruh dunia. Acara ini dijadwalkan berlangsung dari 28 Juni hingga 3 Juli di Jerman, dengan tujuan untuk mendorong pertukaran pengetahuan, diskusi antar generasi, dan jaringan riset internasional.

Rekam Jejak Penelitian dan Publikasi

Dr. Veryl dikenal memiliki rekam jejak yang solid dalam penelitian konservasi yang berdampak signifikan. Salah satu penelitiannya yang mencolok adalah mengenai konservasi ikan rawa gambut di Bintan, Kepulauan Riau, yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat lokal. Usahanya dalam penelitian ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Synchronicity Earth, sebuah organisasi konservasi internasional yang berbasis di Inggris. Selain itu, ia juga menghasilkan publikasi ilmiah yang membahas isu pengelolaan perikanan air tawar hias di Journal of Fish Biology, serta penelitian tentang identifikasi kura-kura air tawar Orlitia borneensis dari Pulau Belitung yang dipublikasikan dalam Check List: The Journal of Biodiversity Data.

Pengalaman Berkesan dan Pesan untuk Peneliti Muda

Dalam perjalanan penelitiannya, Dr. Veryl bersama timnya pernah melakukan penelitian mengenai keragaman ikan di Sungai Surabaya, yang mencatat puluhan spesies ikan air tawar sebagai basis data konservasi. Penelitian ini memiliki makna yang mendalam baginya. “Momen paling berkesan bagi saya adalah saat meneliti keragaman ikan di sungai sekitar Surabaya, karena penelitian tersebut selaras dengan wilayah tempat saya mengajar,” ujarnya. Pengalaman yang sangat berarti baginya juga adalah ketika ia masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2024 versi Stanford University dan Elsevier. Semua pencapaian ini berawal dari ketertarikan Dr. Veryl dalam penelitian sejak masa studi sarjana. “Saya senang melakukan penelitian sejak S1. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya,” tambahnya.

Dr. Veryl juga memberikan pesan kepada para peneliti muda dan mahasiswa untuk tetap fokus pada proses penelitian. “Menjadi peserta Lindau bukanlah tujuan utama. Hal yang paling penting adalah tetap berfokus pada proses penelitian yang berkualitas serta menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Artikel Terkait