Jakarta, IDN Times - Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, menegaskan bahwa tidak terdapat peningkatan ancaman terhadap ketahanan dan keamanan nasional menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap pemagaran yang terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, yang telah memunculkan spekulasi mengenai meningkatnya ancaman keamanan nasional.
Dave mengingatkan agar setiap dugaan yang muncul sebaiknya ditanggapi secara proporsional dan berdasarkan fakta, bukan sekadar spekulasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak berdasar. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang," ujarnya saat dihubungi pada Minggu (2/8/2026).
Stabilitas Nasional dan Tanggung Jawab Bersama
Politikus dari Partai Golkar ini menghargai langkah-langkah pengelola gedung yang menerapkan standar pengamanan sesuai dengan kebutuhan operasional dan hasil penilaian risiko di lingkungan mereka. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya indikasi memburuknya situasi keamanan nasional.
Stabilitas nasional, menurut Dave, merupakan tanggung jawab bersama. Ia menambahkan bahwa kepercayaan publik akan semakin kuat jika semua pihak mengedepankan informasi yang akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. "Ruang publik perlu dijaga dari beredarnya informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.
Kondisi Keamanan di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga memastikan bahwa kondisi keamanan di Ibu Kota tetap dalam keadaan kondusif. Ia mengimbau masyarakat dan pengelola pusat perbelanjaan untuk tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan terkait situasi keamanan. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan di Jakarta," jelas Pramono.
Pramono menambahkan bahwa, "Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan memberikan kegembiraan bagi siapa pun yang ada, untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M." Ia juga mengungkapkan pengamatannya terhadap pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal sebagai bentuk kekhawatiran yang berlebihan. "Tetapi nanti pada saatnya, pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," ujarnya.
Sementara itu, Kombes Pol Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat saat ini masih aman dan terkendali. "Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan," kata Budi di Polda Metro pada Jumat (31/7/2026).
Polda Metro Jaya juga belum menerima surat pemberitahuan mengenai rencana aksi atau demonstrasi di wilayah hukum mereka. Namun, mereka terus memantau konten-konten yang berpotensi mengajak aksi pada bulan Agustus. "Kita akan melihat flyer-flyer atau pun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi," tambahnya.
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi, telah membentuk Tim Preventive Strike yang terdiri dari direktorat operasional di Polda Metro Jaya. "Jadi sudah melakukan mitigasi awal apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur," tutup Budi.