Nasional

Dua Kasus Kematian Pertama di AS Terkait Wabah Siklosporiasis

Amerika Serikat mengonfirmasi dua kematian pertama akibat wabah siklosporiasis di Michigan, dengan kondisi kesehatan korbannya yang serius berkontribusi pada fatalitas tersebut.

E
Eko Prasetyo
05 August 2026 26 pembaca
AS Umumkan Dua Kematian Pertama akibat Wabah Siklosporiasis
AS Umumkan Dua Kematian Pertama akibat Wabah Siklosporiasis

Pada hari Senin, 3 Agustus 2026, Amerika Serikat mengumumkan bahwa telah terjadi dua kematian akibat wabah siklosporiasis di negara bagian Michigan. Ini merupakan kejadian kematian pertama yang tercatat di negara tersebut akibat penyakit yang disebabkan oleh parasit mikroskopis ini.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan menyatakan bahwa kedua korban memiliki kondisi kesehatan yang sudah parah, yang kemungkinan besar diperburuk oleh infeksi siklosporiasis dan dehidrasi. Namun, pihaknya tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai identitas atau rincian tentang kedua korban tersebut.

Pentingnya Identifikasi Sumber Wabah

Wade Syers, seorang spesialis keamanan pangan di Michigan State University Extension, menekankan bahwa perkembangan ini menunjukkan betapa pentingnya untuk mengidentifikasi sumber wabah dan mencegah terjadinya lebih banyak kasus penyakit. Siklosporiasis adalah penyakit usus yang disebabkan oleh parasit Cyclospora, dengan gejala yang meliputi diare parah, mual, dan masalah pencernaan lainnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, penyakit ini telah menyebar ke 45 negara bagian dengan hampir 7.000 kasus yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Michigan menjadi negara bagian yang paling parah terdampak, dengan total 11.234 kasus tercatat hingga hari Senin, meningkat 461 kasus dibandingkan dengan hari Jumat, 31 Juli 2026. Setidaknya 193 orang harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit ini.

Selada Impor dan Penyelidikan Sumber Penularan

Meskipun wabah ini telah menginfeksi ribuan orang, CDC menyatakan bahwa kematian akibat siklosporiasis sangat jarang terjadi, karena penyakit ini biasanya tidak mengancam jiwa. Wabah kali ini diduga terkait dengan selada yang diimpor dari Taylor Farms di Meksiko, yang merupakan salah satu pemasok utama bagi berbagai gerai makanan di AS. Taco Bell, salah satu jaringan restoran cepat saji, mengonfirmasi telah menghentikan penggunaan selada dari pemasok tersebut.

Taylor Farms juga mengumumkan penarikan kembali secara sukarela terhadap selada yang berasal dari wilayah Meksiko tengah. Selain selada, pihak berwenang masih menyelidiki kemungkinan sumber penularan lainnya. Para epidemiolog menduga bahwa wabah ini mungkin berasal dari lebih dari satu sumber. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah kedua orang yang meninggal tersebut terinfeksi akibat mengonsumsi selada dari Taylor Farms atau dari sumber lain yang belum teridentifikasi.

Pejabat kesehatan di Michigan menyatakan bahwa jumlah kasus yang besar, adanya kesenjangan dalam pelaporan, dan kesulitan pasien dalam mengingat makanan yang telah mereka konsumsi menghambat penyelidikan untuk menentukan makanan yang mungkin menjadi penyebab wabah ini. Susan Ringler Cerniglia, juru bicara Departemen Kesehatan Washtenaw County, yang melaporkan 875 kasus, mengatakan, "Kami telah mengidentifikasi satu jenis makanan yang jelas terkait dengan wabah ini, tetapi itu belum menjelaskan keseluruhan kasus."

Lebih lanjut, pesan yang tidak konsisten dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS juga dianggap memperumit upaya penanganan wabah. Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. sebelumnya menyatakan bahwa wabah ini sudah terkendali. Ringler Cerniglia menambahkan, "Pihak pimpinan melontarkan pernyataan yang tidak sejalan dengan data yang ada dan hal ini sangatlah bermasalah. Menteri mengatakan situasi ini terkendali dan baik-baik saja, padahal kenyataannya jumlah kasus justru melonjak tajam."

Artikel Terkait