Bogor, IDN Times – Sebuah insiden dugaan keracunan massal terjadi setelah warga di sekitar SDN Ciherang 01, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan bahwa seluruh korban akan mendapatkan jaminan pengobatan penuh.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melakukan kunjungan ke Puskesmas Dramaga untuk melihat kondisi para pasien pada Jumat (7/8/2028) dini hari. "Untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemkab Bogor. Tentunya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat," ungkap Rudy.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Menurut informasi terbaru dari pihak kepolisian, jumlah korban yang dilarikan ke fasilitas kesehatan meningkat menjadi 25 orang. Korban tidak hanya terdiri dari kalangan pelajar, tetapi juga mencakup tenaga pendidik dan orang tua siswa.
"Sampai saat ini ada 25 orang yang diduga keracunan yang terdiri dari 17 siswa, satu guru, dan tujuh orang tua siswa. Mereka mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, serta diare usai diduga menyantap menu MBG," jelas Kapolsek Dramaga, Iptu Zalukhu.
Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan
Untuk mengetahui penyebab keracunan secara ilmiah, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Dramaga telah mengamankan sampel makanan yang akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah. "Kami akan menyampaikan kepada publik berdasarkan data dan fakta. Saat ini kami sedang memastikan dari mana sumber dugaan keracunan tersebut berasal. Seluruh proses penanganan dilakukan secara hati-hati," tambah Bupati Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Dramaga. Penutupan ini berdampak pada 2.666 penerima manfaat di area tersebut hingga hasil uji laboratorium resmi dikeluarkan.
"Kami minta untuk pelayanan terhadap beberapa siswa-siswi tadi, kami juga melihat list penerima manfaatnya, ada PAUD, ada TK, ada pondok pesantren, ada SD sehingga pada saat sampai hasil labnya keluar, kami minta untuk operasional berhenti sementara," pungkas Rudy.