Jakarta - Dwayne Johnson, aktor laga terkenal yang juga dikenal dengan julukan The Rock, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan mengenai kesehatan pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya terserang epididymitis, yaitu radang pada saluran di belakang testis. Pengakuan ini disampaikan dalam wawancara dengan Esquire, di mana Dwayne menceritakan awal mula gejala yang dialaminya.
Awalnya, Dwayne merasakan adanya benjolan yang disertai rasa nyeri di testis kirinya. Setelah beberapa hari mengalami ketidaknyamanan, ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan bahwa kondisi tersebut adalah epididymitis, namun ada juga kemungkinan bahwa itu bisa jadi kanker.
Kecemasan Menunggu Diagnosis
Saat bersiap untuk mempromosikan film Jumanji, Dwayne harus menghadapi rasa cemas sembari menunggu hasil dari pemeriksaan ultrasound. "Saya harus menjalaninya selama 24 jam tidak tahu, dan saya harus kerja sepanjang hari, bercanda, dan berpidato," ungkapnya. Ia menambahkan, "Ngomong-ngomong saya baik-baik saja. Tapi saya belum mengetahuinya, dan ternyata sangat menyakitkan."
Untungnya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benjolan tersebut bukan kanker. Dwayne didiagnosis mengalami epididymitis, yang merupakan kondisi yang juga dialami oleh sekitar 600 ribu pria di Amerika Serikat setiap tahunnya.
Pemahaman tentang Epididymitis
Epididymitis adalah radang yang terjadi pada epididimis, saluran di belakang testis yang berfungsi untuk menyalurkan sperma. Jamin Vinod Brahmbhatt, seorang urolog dari Orlando Health, menjelaskan bahwa banyak pria yang tidak familiar dengan kondisi ini. "Saat mereka mengalami nyeri, bengkak atau merasakan benjolan, banyak orang langsung khawatir kanker testis atau masalah kedaruratan seperti torsi," katanya.
Menurut Brahmbhatt, nyeri adalah gejala yang paling umum dialami. Selain itu, bengkak dan rasa sakit di satu sisi testis juga bisa menjadi pertanda. Beberapa pria mungkin mengalami masalah saat buang air kecil, seperti nyeri saat berkemih atau frekuensi yang meningkat. Ada juga yang menemukan adanya cairan atau bahkan darah di sperma.
Beberapa faktor dapat menyebabkan epididymitis, namun infeksi gonore dan klamidia adalah penyebab yang paling umum. Meskipun jarang, kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyumbatan uretra, infeksi prostat, cedera di area selangkangan, atau efek samping dari beberapa obat.