Ekonomi

Elnusa (ELSA) Klaim Dual Completion Tingkatkan Produksi Migas PHR Zona 4

PT Elnusa Tbk (ELSA) bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 untuk meningkatkan produksi migas melalui teknologi dual completion di Adera Field.

D
Dinda Mughni
22 July 2026 4 pembaca
Ahmad Islamy
Ahmad Islamy

PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui implementasi teknologi dual completion di Adera Field. Teknologi ini diterapkan untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional serta mengoptimalkan pengembangan lapangan yang telah memasuki fase mature field.

Penerapan dual completion menjadi bagian dari strategi pengembangan lapangan PHR Zona 4 bersama sejumlah program lain, seperti development drilling, step out drilling, dan optimalisasi reservoir. Melalui pendekatan ini, ELSA berupaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan cadangan hidrokarbon yang masih tersedia.

Dalam proyek tersebut, ELSA menyediakan layanan Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta pelaksanaan operasi lapangan dengan mengedepankan standar kesehatan, keselamatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE). Perusahaan pelat merah yang berada di bawah naungan Pertamina ini menyatakan, dukungan tersebut memungkinkan pekerjaan penyelesaian sumur dilakukan tepat waktu dan sesuai standar operasional.

Direktur Operasi ELSA, Tbk Andri Haribowo mengatakan, kolaborasi dengan PHR Zona 4 menunjukkan sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasi hulu migas. “Kapabilitas Elnusa menjadi bagian dari upaya Pertamina mengoptimalkan pengembangan lapangan melalui kerja sama dengan mitra strategis,” ungkap dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/7).

Melalui implementasi dual completion pada sumur BNG-D14 di Adera Field, dua reservoir dapat diproduksikan dari satu sumur tanpa perlu melakukan pengeboran baru pada setiap lapisan. Metode ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan, mengurangi kebutuhan intervensi sumur, serta mengoptimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif.

Perseroan menyebut penerapan teknologi ini menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 186 BOPD minyak dan 1,09 MMSCFD gas. Teknologi serupa selanjutnya akan diterapkan pada sumur GNK-PD80 dan BNG-B7.

Andri mengatakan, ELSA akan terus mendukung PHR dan entitas Pertamina lainnya melalui layanan yang berorientasi pada operational excellence guna menopang target produksi migas nasional. "Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antar entitas Pertamina Group," ujarnya.

Ke depan, ELSA menyatakan akan memperkuat sinergi dengan Pertamina Group melalui penyediaan layanan energi terintegrasi, percepatan implementasi teknologi, serta peningkatan produktivitas lapangan migas. Langkah ini diharapkan dapat mendukung operasi hulu migas yang lebih efisien dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Artikel Terkait