Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan enam perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada awal Juli 2026. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrsanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). Dengan beragam kriteria dan valuasi, investor memiliki banyak pilihan untuk menentukan saham mana yang menarik untuk dibeli.
Analisis Saham Menarik untuk Investor
Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkapkan bahwa PRDL menjadi pilihan menarik dengan valuasi yang paling terjangkau, yakni PER antara 10,3 hingga 12,3x dan PBV post-IPO sebesar 1,2 hingga 1,4x, serta didukung oleh Grup Prodia. Di sisi lain, BACH mencatatkan ROE tertinggi sebesar 28,9 persen dan didukung oleh Grup Djarum, dengan potensi market cap sekitar Rp2,04 triliun. Sementara itu, JECX, yang didukung oleh Grup Emtek, memiliki potensi market cap terbesar sekitar Rp4,55 triliun, meskipun valuasi perusahaan ini tergolong premium dengan PER antara 52,9 hingga 61,8x.
Untuk RANS, perusahaan yang dimiliki oleh Raffi Ahmad ini memiliki brand awareness yang kuat, mencatat ROA tertinggi sebesar 13,2 persen dan DER terendah 0,35x. Dua perusahaan lainnya, JELI dan EMMI, juga menunjukkan ROE yang solid masing-masing sebesar 27,0 persen dan 25,2 persen. Namun, Mirae Asset Sekuritas mencatat bahwa valuasi keduanya tergolong premium dan leverage mereka relatif lebih tinggi.
Peluang Pendanaan dan Penggunaan Dana IPO
JELI menawarkan saham dengan kisaran harga Rp900 hingga Rp1.120 per lembar, dengan target penggalangan dana mencapai Rp392 miliar. Sebagian besar dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung ekspansi, di mana 51,04 persen akan disuntikkan ke anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera sebagai tambahan modal, 18,36 persen untuk pembelian mesin baru, dan 19,97 persen untuk modal kerja.
PRDL, yang bergerak di sektor kesehatan, menawarkan saham dengan harga Rp100 hingga Rp120 per lembar, dengan potensi penggalangan dana maksimal Rp62,75 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp35,67 miliar akan digunakan untuk melunasi pinjaman kepada BCA dan Bank Panin, serta 28,92 persen untuk belanja modal.
EMMI menawarkan sebanyak 522,86 juta saham, yang mewakili 30 persen dari total modal setelah IPO, dengan harga penawaran berkisar antara Rp446 hingga Rp515 per saham. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan bisnis, termasuk pembayaran sebagian pokok pinjaman dan belanja modal untuk pembangunan pabrik.
JECX menawarkan 15 persen saham kepada publik dengan kisaran harga Rp1.200 hingga Rp1.400 per lembar, berpotensi menghimpun dana hingga Rp683 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran awal pinjaman dan modal kerja. BACH memulai masa penawaran awal pada 22-24 Juni 2026 dengan harga Rp400 hingga Rp500 per saham, berpotensi meraup dana segar hingga Rp307,5 miliar.
RANS melakukan penawaran perdana dengan harga Rp135 hingga Rp170 per lembar, menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal setelah IPO, dengan potensi dana mencapai Rp429,25 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi, termasuk pelunasan pinjaman dan pembangunan wahana bermain edukatif.
Dengan banyaknya perusahaan yang melaksanakan IPO, Mirae Asset Sekuritas menyarankan agar investor tetap selektif dan mempertimbangkan kombinasi valuasi, profitabilitas, penggunaan dana IPO, serta risiko likuiditas pasca-listing.