Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Fakultas Hukum UNTAG Semarang mengambil langkah nyata dengan memberikan potongan biaya pendidikan bagi anggota Polri yang berkeinginan untuk melanjutkan studi di program S1, S2, maupun S3. Kegiatan ini menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk memberikan penghargaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), termasuk dari kalangan akademisi.
Dukungan untuk Peningkatan Kualitas SDM Polri
Dekan Fakultas Hukum UNTAG Semarang, Dr. Edi Pranoto, menegaskan bahwa dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Polri melalui pendidikan tinggi. Ia menyampaikan bahwa kontribusi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sangat layak untuk dihargai, termasuk dengan memberikan kemudahan akses pendidikan hukum bagi anggotanya.
"Kami ingin memberikan apresiasi atas dedikasi Polri dengan membuka peluang pendidikan yang lebih mudah dijangkau. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung peningkatan kualitas penegakan hukum di Indonesia,” ungkap Edi Pranoto. Ia menambahkan bahwa pendidikan formal memiliki peran penting dalam membentuk aparat kepolisian yang profesional, berintegritas, dan memiliki pemahaman hukum yang mendalam.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Edi Pranoto juga menjelaskan bahwa tantangan dalam penegakan hukum saat ini memerlukan aparat yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki pemahaman akademis yang baik. Fakultas Hukum UNTAG Semarang selama ini telah menjadi pilihan bagi anggota Polri untuk memperdalam ilmu hukum, dan kehadiran mereka di kampus dianggap memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghubungkan teori hukum dengan praktik di lapangan.
Dia berharap bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini dapat menjadi titik awal bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, serta profesionalisme dalam menangani masalah hukum. "Ke depan, kami berharap kerja sama ini terus terjalin erat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan aparat penegak hukum yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat,” tutup Edi Pranoto.