Politik

Grace Natalie Menjelaskan Keputusan PSI Terkait Bantuan Hukum atas Video Ceramah JK

Grace Natalie mengonfirmasi bahwa dirinya tidak meminta bantuan hukum dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait video ceramah Jusuf Kalla, dan menjelaskan alasannya untuk tidak melibatkan partai...

V
Vina Maharani
11 May 2026 16 pembaca
Grace Natalie Menjelaskan Keputusan PSI Terkait Bantuan Hukum atas Video Ceramah JK
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie klarifikasi video unggahan ceramah JK. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Grace Natalie, Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menghadapi laporan di Bareskrim Polri terkait video pidato Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Dalam situasi ini, Grace menjelaskan bahwa PSI tidak memberikan bantuan hukum kepadanya.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (11/5/2026), Grace menyatakan bahwa keputusan PSI untuk tidak memberikan pendampingan hukum merupakan permintaannya sendiri. "Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai," ujarnya.

Alasan Tidak Melibatkan Partai

Grace menegaskan bahwa narasi yang dia unggah di media sosial adalah pandangannya sebagai individu, tanpa ada hubungannya dengan posisinya di PSI. "Oleh karenanya saya selaku pendiri partai menginstruksikan kepada Ketua Harian, dalam hal ini Bang Ahmad Ali, agar tidak melibatkan partai," tambahnya.

Dia juga menekankan bahwa dia tidak meminta pendampingan hukum dari PSI karena ingin menjaga agar partai tidak terlibat dalam kontroversi ini. "Saya tidak juga meminta pendampingan hukum. Kalau partai melakukan pendampingan hukum sebagai institusi, jadinya terkait dengan institusi dong ya," jelas Grace.

Pernyataan Terkait Video Ceramah JK

Grace meyakini bahwa narasi yang dia sampaikan mengenai video ceramah JK tidak melanggar hukum. Dia hanya menyarankan agar JK memberikan penjelasan terkait polemik yang muncul di masyarakat. "Normal-normal saja kok pernyataannya gitu," ungkapnya.

Dia menjelaskan, "Di situ di video saya, saya mengatakan bahwa ini rawan sekali untuk disalahgunakan oleh kelompok-kelompok yang mungkin mau melegitimasi kekerasan misalnya. Atau juga saya bilang di situ ada baiknya Pak JK memberikan penjelasan." Grace merasa heran karena unggahannya justru menimbulkan polemik, padahal pro dan kontra mengenai video JK sudah ada sebelum dia menyampaikan pendapatnya.

Grace juga menegaskan bahwa dia tidak mengedit video ceramah JK dan mengetahui kontroversi tersebut dari media sosial. "Video Pak JK itu saya tahu dari media sosial dan juga media sebenarnya pertama kali. Ada apa nih, kok ramai-ramai ada berita Pak JK dilaporkan oleh berbagai elemen masyarakat," tuturnya.

Meski demikian, Grace siap untuk mempertanggungjawabkan unggahannya. "Jadi sebagai warga negara yang baik saya siap untuk mempertanggungjawabkan dan saya optimistis tidak ada pelanggaran hukum di sana," tutupnya.

Artikel Terkait