Pernyataan Prof Mahfud MD yang menyebutkan tidak ada lagi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar memicu reaksi dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Dalam ceramahnya, Habib Rizieq mengkritik Mahfud MD dengan mengaitkan pernyataan tersebut dengan pembubaran FPI ketika Mahfud menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Habib Rizieq mempertanyakan konsistensi Mahfud yang kini menyoroti tidak adanya ormas yang aktif melakukan nahi mungkar. "Ada satu mantan Menko Polkam, wah sekarang teriak. Apa dia bilang? Sekarang ini di Indonesia gak ada organisasi yang Amar Ma'ruf Nahi Munkar," ujar Habib Rizieq dikutip fajar.co.id, Jumat (24/7/2026). Ia menekankan bahwa organisasi yang dimaksud telah dibubarkan saat Mahfud masih berada di pemerintahan. "Nah kan lu yang bubarin, yang bubarin dia organisasi Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Yaitu FPI, Front Pembela Islam," tukasnya.
Bagi Habib Rizieq, Mahfud tidak tepat jika kini menyampaikan kritik tersebut. "Kenapa sekarang dia datang mau jadi pahlawan kesiangan. Jangan, jangan ngikutin," sebutnya. Ia juga mengimbau jemaah agar tidak mudah mengikuti pernyataan pejabat yang dinilainya berubah sikap setelah tidak lagi berada di pemerintahan. "Ini pejabat-pejabat begini jangan diikutin, sudara. Jangan, dia karena gak dapet kursi aja dia lagi marah-marah," timpalnya.
Habib Rizieq bahkan melontarkan kritik yang lebih tajam terhadap Mahfud. "Besok kalau jadi kursi sama dia jadi iblis juga, sudara. Karena udah terbukti kemarin dia jadi iblis kok, yang bubarin FPI sebagai organisasi Amar Ma'ruf Nahi Munkar itu salah satunya kan Menko Polhukam, sudara," tuturnya. "Kan dia Menko Polkamnya. Kenapa sekarang pakai teriak-teriak tidak ada ormas yang Nahi Munkar," tambahnya.
Pernyataan Mahfud Sebelumnya
Sebelumnya, Prof Mahfud MD dalam sebuah acara menyampaikan pandangannya mengenai peran organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, fungsi nahi mungkar saat ini sudah jarang dijalankan. "Nah, persoalannya sekarang. Ormas-ormas Islam itu tidak mau bernahi mungkar," ucap Mahfud saat itu. Ia menjelaskan bahwa perjuangan umat tidak hanya sebatas mengajak kepada kebaikan, tetapi juga mencegah kemungkaran.
Mahfud menilai kritik terhadap penguasa justru lebih banyak disampaikan melalui podcast dibandingkan organisasi kemasyarakatan. "Nahi mungkarnya tidak ada semuanya memuji-muji. Lalu dapat tambang gitu," bebernya. "Amar ma'ruf, semua ini bagus, harus begini, begini. Ulamanya diem coba. Mana coba? Saya ingin tahu. Mana ulama sekarang yang nahi mungkar? Ormas. Tidak ada," sambung dia.
Ia melihat justru yang mengaplikasikan nahi mungkar hanya pada podcast-podcast yang berani mengkritik pemerintah. "Yang banyak nahi mungkarnya itu malah podcast. Itu nahi mungkar itu. Ormas mana? Saya ingin tahu. Apa nahi mungkarnya sekarang? NU, Muhammadiyah dan lain-lain. MUI. Tidak ada," terangnya. Mahfud juga menyinggung sikap sebagian pihak yang dinilainya tidak konsisten saat menyampaikan kritik. "Semuanya yang baik-baik. Begini, Pak. Sebaiknya gini, Pak. Pak, ini salah. Mana bilang, ngatakan gitu. Sehari ngatakan salah, begitu dipanggil. Besok benar, Pak," tandasnya.