Kesehatan

Nyeri Dada di Malam Hari Perlu Diwaspadai dan Diperiksa

Nyeri dada yang muncul di malam hari sering dianggap sepele, padahal bisa jadi tanda kondisi serius. Segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.

J
Jarot Kusna
24 July 2026 2 pembaca
Foto: dok. Mayapada Hospital
Foto: dok. Mayapada Hospital

Jakarta - Nyeri dada yang terasa seperti tertekan di tengah malam sering kali diasosiasikan dengan gejala masuk angin, kelelahan, atau asam lambung. Namun, nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan lambung, otot atau tulang dada, paru-paru, hingga gangguan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. M. Yusuf Fathoni, Sp.JP, menegaskan bahwa nyeri dada tidak boleh diabaikan dan perlu segera diperiksakan untuk memastikan penyebabnya, terutama jika muncul saat beristirahat atau tidur. Ia menjelaskan bahwa tidak semua nyeri dada berkaitan dengan gangguan jantung.

“Pada penderita GERD, nyeri dada sering muncul saat berbaring karena asam lambung naik ke kerongkongan dan biasanya disertai sensasi terbakar di dada atau tenggorokan serta rasa asam di mulut. Namun, beberapa kondisi non-jantung dapat menimbulkan gejala yang menyerupai penyakit jantung sehingga diperlukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya,” kata dr. M. Yusuf Fathoni dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai karena dapat mengarah pada gangguan jantung. Jika gejala yang dirasakan terasa parah, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. “Nyeri dada yang berkaitan dengan gangguan jantung umumnya terasa seperti dada ditekan atau tertindih benda berat. Keluhan ini dapat muncul secara tiba-tiba, menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung, serta disertai sesak napas, keringat dingin, mual, maupun pusing. Jika gejala tersebut muncul, terutama saat sedang beristirahat atau tidur, sebaiknya segera mencari pertolongan medis,” jelas dr. Yusuf.

Nyeri dada yang muncul saat beristirahat atau tidur tetap tidak boleh dianggap sepele. Serangan jantung dapat terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang tertidur, akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung. “Risiko ini umumnya lebih tinggi pada individu dengan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda ketika nyeri dada muncul, terutama jika disertai gejala yang mengarah pada gangguan jantung,” tuturnya.

Untuk membantu masyarakat mendapatkan evaluasi sejak dini, Mayapada Hospital Jakarta Timur menyediakan Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal nyeri dada yang GRATIS apabila tidak ditemukan serangan jantung. Jika diperlukan tindakan lebih lanjut, tersedia layanan Cardiac Emergency 24/7 yang siap menangani kasus secara cepat dan terintegrasi. Pasien juga dapat menjalani tindakan Primary PCI (pemasangan stent/ring jantung) sesuai protokol internasional door-to-balloon, didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung.

Penanganan juga didukung oleh Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah atau perawatan intensif lanjutan, serta fasilitas Cath Lab untuk membantu proses diagnosis dan tindakan secara cepat dan akurat. Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan Emergency Call 150990 atau melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare.

Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Artikel Terkait