Politik

Hasto Sampaikan Pesan Inspiratif Usai Kibarkan Bendera PDIP di Puncak Gunung Kerinci

Hasto Kristiyanto mengibarkan bendera PDIP di puncak Gunung Kerinci sebagai simbol semangat perjuangan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri, serta menyerukan pentingnya pengabdian kepada rakyat.

D
Darma Yudhistira
22 June 2026 65 pembaca
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di puncak Gunung Kerinci, Jambi (Liputan6.com/Putu Merta)
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di puncak Gunung Kerinci, Jambi (Liputan6.com/Putu Merta)

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyampaikan pesan ideologis setelah mencapai puncak Gunung Kerinci di Jambi, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Saat mengibarkan bendera PDIP di puncak gunung tertinggi di Indonesia tersebut, Hasto menjadikan momen ini sebagai simbol semangat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Dalam rangka Bulan Bung Karno, bendera PDI Perjuangan berkibar dengan gagah perkasa di puncak Gunung Kerinci. Ini melambangkan tekad dan semangat juang untuk terus menyalakan api perjuangan Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ungkap Hasto pada Senin (22/6).

Semangat Perjuangan yang Harus Diteruskan

Hasto menekankan bahwa semangat perjuangan ini perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk Indonesia, mulai dari mencintai tanah air, merawat lingkungan, hingga memperkuat keberpihakan kepada rakyat marhaen. Ia juga mengajak seluruh kader untuk mengobarkan semangat cinta tanah air serta menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Hasto, Megawati mengajarkan bahwa politik harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, yang mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. “Karena oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan bahwa politik itu digerakkan oleh nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan kebangsaan, demokrasi, dan keadilan sosial,” jelasnya.

Pendakian dengan Makna Mendalam

Lebih lanjut, Hasto menyampaikan bahwa Megawati juga mengajarkan para kader untuk memiliki keyakinan politik, keteguhan sikap, dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. “Dari keyakinan dan keteguhan itu akan lahir keberanian, dan dari keberanian akan lahir kebenaran, dan selanjutnya menciptakan kesabaran, hingga kebenaran Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaran akan menang,” tuturnya.

Di puncak Gunung Kerinci, Hasto menyempatkan diri untuk berdoa bagi nusa dan bangsa, terutama dalam situasi saat ini. “Meskipun saya bukan pemanjat gunung, dari atas puncak ini kita bisa berkontemplasi, sembari mendoakan Ibu Megawati dan keluarga, serta bangsa dan negara kita dalam kondisi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Hasto Kristiyanto menunjukkan kondisi fisik yang prima setelah menyelesaikan pendakian selama tiga hari dua malam di Gunung Kerinci. Ia berhasil turun kembali ke kaki gunung dalam waktu kurang dari lima jam. Dengan langkah yang mantap, Hasto menegaskan bahwa pendakian ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol dari pikiran serta semangat Bung Karno dan Megawati.

Di usianya yang hampir mencapai enam dekade, ketegaran yang ditunjukkan Hasto menjadi bukti bahwa semangat juang yang diwariskan oleh Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri tidak akan pernah pudar oleh waktu. Dari ketinggian Kerinci hingga ke bumi pertiwi, pesan yang disampaikannya menggema bahwa politik harus tetap menjadi jalan pengabdian, dan kebenaran, bagaimanapun jalannya, pada akhirnya akan selalu menang.

Bagi Hasto, pekikan “Merdeka” di penghujung rimba adalah pengingat bahwa perjuangan untuk rakyat marhaen tidak akan pernah berakhir, dan ia akan terus menggelorakannya bersama seluruh kader di berbagai penjuru Nusantara.

Artikel Terkait