Kesehatan

--- IDAI: Fokus pada Difteri dan Campak, Hantavirus Tidak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan ---

--- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan mengenai Hantavirus, sementara masalah difteri dan campak masih memerlukan perhatian serius. ---

D
Darma Yudhistira
11 May 2026 20 pembaca
---
IDAI: Fokus pada Difteri dan Campak, Hantavirus Tidak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan

---
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Professor25)
---TITLEEXCERPT--- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan mengenai Hantavirus, sementara masalah difteri dan campak masih memerlukan perhatian serius. ---CONTENT---

Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan agar masyarakat tidak merasa cemas berlebihan terkait dengan penyebaran Hantavirus jenis Andes Virus yang terjadi di MV Hondius. Saat ini, belum ada laporan mengenai keberadaan Andes Virus yang dapat menular antar manusia di Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga melaporkan adanya 23 kasus Hantavirus di tanah air dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tetapi jenis yang paling banyak ditemukan adalah Seoul Virus, bukan Andes Virus.

Pentingnya Mengatasi Penyakit Lain

Prof Dr dr Dominicus Husada, SpA, SubspIPT, yang merupakan anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, menekankan bahwa masalah kesehatan lainnya, seperti campak dan difteri, masih memerlukan perhatian yang lebih besar. Dalam konferensi pers IDAI pada Jumat (8/5/2026), ia menyatakan, "Karena yang membuat saya prihatin, saat ini rumah kita ini sedang terbakar, kasus-kasus infeksi di Indonesia ini begitu banyaknya dan kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengatasinya."

Dr Dominicus menambahkan bahwa penyakit seperti campak dan difteri, yang jelas memiliki dampak luas, masih belum ditangani dengan optimal meskipun sudah bertahun-tahun berlalu.

Pencegahan Melalui Gaya Hidup Sehat

Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah disarankan untuk tidak terlalu khawatir mengenai Hantavirus. Ia berpendapat bahwa dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, infeksi Hantavirus dapat dicegah. "Saya sebagai orang infeksi akan mengatakan bahwa kita tidak perlu takut juga dan kita tidak perlu mengeluarkan begitu banyak sumber daya terhadap sesuatu yang risikonya bagi kita itu sebetulnya tidak sangat besar," ungkap dr Dominicus.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan individu dan keluarga. "Kita lebih baik menyiagakan orang per orang, keluarga per keluarga. Seperti tadi misalnya, kuncinya perilaku hidup bersih sehat, itu kan tiap orang bisa dan itu murah. Itu sudah sangat efektif untuk menjaga dan negara tidak perlu mengeluarkan biaya," tutupnya.

Artikel Terkait