Ekonomi

IHSG Diperkirakan Menguat, Rekomendasi Saham AMRT dan Cuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami kenaikan dalam perdagangan hari ini, dengan beberapa saham seperti AMRT dan Cuan menjadi rekomendasi.

V
Vina Maharani
12 August 2026 21 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan akan mengalami kenaikan pada perdagangan saham hari ini. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju kisaran 6.440 hingga 6.544. Menurut Herditya, secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave v dari wave (c) pada wave [iv]. Dengan posisi ini, indeks berpotensi bergerak positif.

“Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890–6.192 untuk membentuk wave (b),” ungkap Herditya dalam risetnya pada Rabu (12/8). MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.201 hingga 6.029, sedangkan level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.454 hingga 6.599. Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada waktu tertentu, di mana harga umumnya akan kembali naik karena meningkatnya daya beli. Sebaliknya, resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dianggap sebagai titik tertinggi, di mana setelah menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual yang cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas merekomendasikan untuk melakukan buy on weakness pada sejumlah saham. Salah satunya adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang disarankan untuk diakumulasi di rentang harga Rp 1.265 hingga Rp 1.395, dengan target harga di Rp 1.440 hingga Rp 1.590, dan level stoploss di bawah Rp 1.220. Selain itu, PT Harum Energy Tbk (HRUM) juga direkomendasikan untuk buy on weakness pada area Rp 770 hingga Rp 800, dengan target harga di Rp 910 hingga Rp 970, serta stoploss di bawah Rp 755.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (11/8). Indeks ditutup di level 6.267,88, mengalami penurunan sebesar 1,53% seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang turun 0,59% menjadi Rp 17.861 per dolar AS di pasar spot. Dari analisis teknikal, histogram positif MACD semakin menyempit, sementara Stochastic RSI menunjukkan pelemahan di area pivot. IHSG juga ditutup di bawah MA10, meskipun masih bertahan di atas MA20.

Data Penjualan Ritel dan Prospek

“Diperkirakan IHSG akan menguji level support di 6.180 hingga 6.200,” tulis Phintraco dalam analisisnya pada Rabu (12/8). Dari sisi domestik, data penjualan ritel Indonesia mencatat penurunan sebesar 3,0% year-on-year pada Juni 2026, setelah sebelumnya terkoreksi 3,9% year-on-year pada Mei 2026. Melambatnya penurunan ini menjadi dampak awal dari stimulus pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat di tengah meningkatnya tekanan biaya. Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh 0,7% month-on-month, yang menjadi kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir. Kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi penopang utama penjualan ritel.

Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham lainnya, antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Artikel Terkait