Ekonomi

IHSG Tertekan Menjelang Pidato Prabowo, Rekomendasi Saham BBCA, DSSA, dan BMRI

IHSG diperkirakan mengalami penurunan pada perdagangan akhir pekan ini, seiring dengan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027. Beberapa saham, termasuk BBCA dan DSSA, direkomendasikan un...

I
Indriani Atmaja
14 August 2026 18 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penurunan pada perdagangan saham yang berlangsung pada hari Jumat (14/8). Penurunan ini terjadi menjelang pidato pengantar dari Presiden Prabowo Subianto terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mencatat bahwa IHSG anjlok sebesar 1,13% ke level 6.301, dengan adanya tekanan jual yang terjadi pada hari Kamis (13/8). Meskipun demikian, penurunan indeks ini masih tertahan di area moving average 20 (MA20). Dalam analisisnya, Herditya memperkirakan bahwa IHSG saat ini berada pada fase wave v dari wave (c) dalam wave [iv], dan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.440 hingga 6.544.

“Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan IHSG rawan terkoreksi ke rentang 5.890–6.192 untuk membentuk wave (b),” ungkap Herditya dalam risetnya pada hari Jumat (14/8). MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.201 hingga 6.029, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.454 hingga 6.599. Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu, sedangkan resistance adalah titik tertinggi yang biasanya diikuti dengan aksi jual yang signifikan.

Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi untuk melakukan pembelian pada sejumlah saham saat harga mengalami penurunan. Contohnya, untuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), disarankan untuk melakukan akumulasi beli di rentang harga Rp 3.910 hingga Rp 4.040 dengan target harga di kisaran Rp 4.270 hingga Rp 4.360, serta level stoploss di bawah Rp 3.900. Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga direkomendasikan untuk dibeli pada area Rp 750 hingga Rp 805 dengan target harga di Rp 925 hingga Rp 1.035, dan stoploss di bawah Rp 730.

Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa IHSG ditutup dengan penurunan 1,13% ke level 6.301,77 pada perdagangan sebelumnya, yang dipengaruhi oleh keluarnya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, aksi profit taking, serta sikap investor yang menunggu pidato Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027 pada hari Jumat (14/8).

Pergerakan Nilai Tukar dan Fokus Investor

Di sisi lain, nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis sebesar 0,03% ke level Rp 17.870 per dolar AS, didorong oleh aksi beli investor di pasar obligasi domestik. Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih mampu bertahan di atas MA20, meskipun histogram positif MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk pola death cross. “Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230 hingga 6.370,” tulis Phintraco pada hari Jumat (14/8).

Phintraco Sekuritas juga menyoroti pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027 yang diperkirakan akan menarik perhatian investor. Berdasarkan informasi dari Badan Anggaran DPR RI, program kerja prioritas nasional 2027 mencakup berbagai sektor, termasuk kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta pengurangan kemiskinan.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat bahwa pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 720 triliun hingga Juni 2026, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 11,43%. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja industri perbankan syariah yang terus meningkat. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp 816 triliun, tumbuh 13,13% yoy. Pada sektor usaha, rantai pasok halal menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,5%, sementara outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp 95 triliun pada periode yang sama. “Perkembangan tersebut membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil,” tulis Phintraco.

Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan saham dari PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Artikel Terkait