Kesehatan

Ilmuwan Temukan Sistem Golongan Darah Baru MAL yang Langka

Tim ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi sistem golongan darah baru yang sangat langka, bernama sistem MAL, setelah lebih dari 50 tahun menjadi misteri medis.

E
Eko Prasetyo
16 July 2026 14 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/AvigatorPhotographer
Foto ilustrasi: Getty Images/AvigatorPhotographer

Jakarta - Sebuah misteri medis yang tak terpecahkan selama lebih dari 50 tahun akhirnya terungkap. Tim ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi sistem golongan darah baru yang sangat langka, memecahkan teka-teki yang dimulai sejak tahun 1972. Saat itu, tes darah rutin pada seorang wanita hamil menunjukkan keanehan medis, di mana sel darah merahnya kekurangan molekul permukaan spesifik yang dimiliki oleh hampir 99,9 persen populasi manusia di dunia.

Setelah puluhan tahun membuat ilmuwan bingung, sistem golongan darah baru ini resmi dinamai sistem MAL.

Penemuan Antigen 'AnWj'

Selama lima dekade, para ahli hematologi berusaha mencari tahu cetak biru genetik di balik hilangnya molekul misterius yang dinamai antigen AnWj. Titik terang akhirnya muncul berkat kerja keras tim peneliti dari NHS Blood and Transplant dan University of Texas, Bristol. Penulis utama studi sekaligus ahli hematologi, Louise Tilley, menghabiskan waktu hingga 20 tahun dalam kariernya untuk menyelesaikan proyek ini. Hasil temuan mereka dipublikasikan di jurnal Blood.

"Ini merupakan pencapaian besar, dan puncak dari upaya tim yang panjang, untuk akhirnya menetapkan sistem golongan darah baru ini dan mampu menawarkan perawatan terbaik kepada pasien yang langka, tetapi penting," ujar Tilley dalam laporannya.

Golongan Darah Ke-47

Bagi masyarakat awam, golongan darah yang dikenal mungkin hanya sistem ABO dan Rhesus (Rh). Namun, sel darah merah manusia memiliki puluhan sistem golongan darah berbeda yang tersusun dari protein dan gula kecil untuk membantu sistem imun mengenali jaringan tubuhnya sendiri. Antigen AnWj yang hilang tersebut ternyata menempel pada protein khusus bernama myelin and lymphocyte-associated protein (MAL). Dengan penemuan ini, sistem golongan darah ini dinyatakan sebagai golongan darah ke-47 yang pernah diidentifikasi.

Ilmuwan menemukan bahwa orang yang kekurangan antigen AnWj umumnya memiliki mutasi pada kedua salinan gen MAL mereka. Menariknya, ada pasien yang kekurangan antigen ini meskipun gennya normal, menunjukkan bahwa kelainan darah tertentu juga bisa menonaktifkan fungsi protein tersebut.

Dampak Penemuan bagi Transfusi Darah

Meski jumlah orang dengan golongan darah MAL-negatif sangat sedikit, penemuan ini menjadi tonggak penting dalam dunia transfusi darah. Salah memberikan jenis darah saat transfusi dapat berakibat fatal dan memicu reaksi imun yang parah. Dengan terkuaknya sistem MAL, dokter dapat memanfaatkan pengujian genetik untuk menyaring pasien dengan golongan darah langka ini secara tepat.

Langkah ini tidak hanya mendeteksi apakah sifat langka tersebut merupakan warisan genetik atau akibat penyakit lain, tetapi juga memastikan laboratorium medis dapat menyediakan kantong darah yang cocok saat pasien darurat atau menjalani operasi.

Artikel Terkait