Pimpinan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengungkapkan bahwa kampus saat ini memperkuat inisiatif berkelanjutan melalui pemasangan 48 panel surya, rencana pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, serta sistem daur ulang air.
Pemanfaatan Energi Surya dan Pembangunan SPKLU
UMY tengah mempersiapkan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan dengan memperluas penggunaan energi surya dan membangun SPKLU untuk mendukung mobilitas di dalam kampus. Sekretaris Universitas, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 48 panel surya yang terpasang, dan pihak universitas berencana untuk meningkatkan jumlah tersebut pada tahun anggaran mendatang sebagai bagian dari komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). "Panel surya sekarang sudah terpasang sekitar 48 unit dan tahun anggaran depan kami akan transformasi lebih radikal lagi supaya semakin banyak panel surya," ujar Bachtiar.
UMY juga merencanakan pembangunan SPKLU yang akan memfasilitasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang menggunakan kendaraan listrik. "Selain panel surya, karena transformasi energi listrik, tentu kami akan membangun SPKLU yang ada di lingkungan kampus," tambahnya. Beberapa lokasi telah disiapkan untuk pembangunan fasilitas ini, termasuk kawasan utara kampus dan area selatan dekat UMY Mart, untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik mengisi daya.
Penyediaan Sepeda dan Perbaikan Jalur Pejalan Kaki
Untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, UMY menyediakan 210 unit sepeda yang ditempatkan di berbagai titik di kampus. Dengan perluasan kawasan universitas, jumlah sepeda ini direncanakan akan bertambah. "Sekarang ada 210 unit dan pengembangan UMY semakin ke selatan dan semakin ke utara, maka di titiknya akan kami tambah sepeda-sepedanya," jelas Bachtiar.
Selain itu, UMY juga berencana untuk memperbaiki jalur pejalan kaki guna meningkatkan kenyamanan mobilitas di dalam kampus. Survei telah dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang perlu diperbaiki akibat kerusakan yang disebabkan oleh pertumbuhan akar pohon. Perbaikan jalur pejalan kaki akan dilakukan melalui penataan dan pelebaran di beberapa area.
Daur Ulang Air dan Pengelolaan Sampah
Selain fokus pada energi dan transportasi, pengelolaan air juga menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur berkelanjutan di UMY. Bachtiar menjelaskan bahwa beberapa bangunan kampus akan memanfaatkan sistem daur ulang air. "Bangunan-bangunan gedung kami sebagian kami transformasi memanfaatkan recycle water," katanya. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
UMY juga berkomitmen untuk mempertahankan ruang terbuka hijau dan vegetasi yang mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan sampah dan limbah juga menjadi fokus utama, dengan kolaborasi bersama pihak eksternal untuk menangani jenis sampah tertentu yang memerlukan pengelolaan khusus. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kegiatan operasional universitas terhadap lingkungan.
Bachtiar menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap, termasuk perluasan panel surya, pembangunan SPKLU, penyediaan kendaraan listrik, penambahan sepeda, serta peningkatan pengelolaan air dan limbah, sebagai bagian dari upaya UMY untuk menciptakan kampus yang lebih berkelanjutan.