Jakarta - Operasi bypass jantung yang selama ini dikenal memerlukan pembukaan dada secara luas kini telah mengalami kemajuan berkat teknologi medis. Melalui teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), prosedur bypass atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dapat dilakukan dengan sayatan yang jauh lebih kecil.
Pengertian Bypass Jantung
Bypass jantung atau CABG adalah prosedur yang bertujuan untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Dalam prosedur ini, dokter akan menciptakan 'jalur baru' dengan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain untuk memastikan aliran darah ke jantung kembali normal. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak (aterosklerosis) yang meningkatkan risiko serangan jantung.
Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, dr Heston G B Napitupulu, Sp.BTKV (K) MARS dari Siloam Heart Hospital menyatakan bahwa tindakan ini merupakan salah satu 'standar emas' untuk pasien dengan penyakit jantung yang kompleks. "Kami akan mengambil pembuluh darah dari kaki atau dinding dada dan menyambungkannya ke jantung melewati pembuluh darah yang tersumbat," ujar dr Heston saat acara Siloam Cardiac Summit 2026 di Jakarta Selatan.
Kapan MICS Dapat Dilakukan?
Menurut dr Heston, terdapat beberapa kondisi yang harus dipenuhi agar pasien dapat menjalani teknik MICS dalam penanganan bypass jantung. "Jika pasien hanya menderita penyakit jantung koroner tanpa ada penyakit lain, kami bisa menggunakan MICS. Namun, jika terdapat penyakit lain seperti katup, kami perlu melakukan sternotomi untuk mengobati keduanya sekaligus," jelasnya.
Selain itu, pasien dengan kelainan bentuk tulang dada yang menyulitkan prosedur sternotomi juga dapat dioperasi dengan teknik MICS. MICS juga menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan aspek estetika, karena sayatan dilakukan di samping tubuh. "Kami juga menerapkan MICS pada pasien dengan kelainan pembuluh darah yang tidak terlalu kompleks, sehingga hasil operasi diharapkan sama baiknya dengan teknik sternotomi," tambahnya.
Keuntungan MICS
Siloam Heart Hospital mencatat tingkat keberhasilan CABG mencapai 98,8%, menandakan komitmen mereka sebagai pusat layanan kardiovaskular terpercaya di Indonesia. Sebagai prosedur yang minim invasif, MICS menawarkan keuntungan estetika dengan bekas luka yang lebih sedikit. "Durasi perawatan mungkin hanya 4 hingga 5 hari, dan kami melakukan lebih sedikit intervensi, sehingga risiko pasca operasi dapat diminimalkan," ungkap dr Heston.
Kesiapan Penanganan Darurat Jantung
Siloam Heart Hospitals telah diakui sebagai Chest Pain Ready Hospital (CPRH), yang berarti siap menangani keadaan darurat jantung dengan cepat dan tepat. Kesiapan ini didukung oleh sistem yang terintegrasi mulai dari IGD, pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit, hingga kesiapan Cath Lab untuk tindakan kateterisasi serta tim medis kardiovaskular yang tersedia 24/7. Prinsip 'time is muscle' diterapkan, di mana setiap menit sangat penting untuk menyelamatkan otot jantung dan meningkatkan peluang hidup pasien. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi call center darurat Siloam di 1500911 jika mengalami gejala nyeri dada.