Kesehatan

--- Inovasi Menjanjikan: Penelitian Baru untuk Mempercepat Pemulihan Otak Setelah Stroke ---

--- Stroke tetap menjadi ancaman serius yang dapat mengakibatkan kerusakan otak dan kelumpuhan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperkuat ritme sirkadian tubuh dapat mempercepat proses pe...

E
Eira Orelia
03 July 2026 19 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/akinbostanci)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/akinbostanci)
---TITLEEXCERPT--- Stroke tetap menjadi ancaman serius yang dapat mengakibatkan kerusakan otak dan kelumpuhan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperkuat ritme sirkadian tubuh dapat mempercepat proses pemulihan pasca-stroke. ---CONTENT---

Jakarta - Stroke merupakan salah satu penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak yang berujung pada kelumpuhan. Namun, kabar baik datang dari para ilmuwan mengenai pemulihan otak setelah mengalami stroke. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa memperkuat ritme sirkadian alami tubuh dapat membantu mempercepat proses pemulihan otak, bahkan jika terapi dimulai beberapa hari setelah serangan stroke terjadi.

Peneliti dari University of Rochester Medicine menemukan bahwa penguatan ritme biologis harian dapat berpotensi meningkatkan pemulihan setelah stroke. Penelitian ini menunjukkan bahwa memperkuat ritme sirkadian, yang merupakan siklus biologis 24 jam yang mengatur tidur dan berbagai fungsi tubuh lainnya, dapat meningkatkan kemampuan otak dalam membersihkan limbah dan mengurangi peradangan yang berkepanjangan.

Pentingnya Ritme Sirkadian dalam Pemulihan

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation dan sebelumnya menggunakan model tikus. Manfaat yang ditemukan dalam penelitian ini terkait dengan peningkatan fungsi sistem glimfatik, jaringan yang baru ditemukan yang berfungsi untuk membersihkan produk limbah dari otak, serta penurunan kadar molekul inflamasi yang dapat bertahan lama setelah cedera awal. Penelitian ini berawal dari penemuan Maiken Nedergaard, MD DMSc, beserta timnya di University of Rochester Medicine yang menemukan sistem glimfatik pada tahun 2012.

Sistem ini berfungsi untuk mendistribusikan cairan serebrospinal ke seluruh otak, membantu menghilangkan limbah dan kotoran. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa aktivitas sistem glimfatik paling kuat terjadi saat tidur dan sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.

Hubungan antara Stroke dan Gangguan Tidur

"Diskusi tentang pemulihan stroke sebenarnya dimulai dengan gagasan bahwa stroke bukan hanya peristiwa vaskular, tetapi juga gangguan waktu," ungkap Hablitz, penulis utama studi ini. Para ilmuwan telah lama mengamati bahwa stroke mengikuti pola harian yang dapat diprediksi, dengan kejadian yang lebih sering terjadi di pagi hari dan sering kali lebih parah menjelang akhir siklus tidur. Banyak penyintas stroke juga mengalami gangguan pada jadwal tidur-bangun mereka, yang berhubungan dengan pemulihan yang lebih buruk, depresi, dan penurunan kualitas hidup.

"Hal ini membuat kami mengajukan pertanyaan sederhana. Jika pengaturan waktu terganggu setelah stroke, dapatkah kita meningkatkan pemulihan dengan memperkuat jam biologis?" tambah Hablitz. Dalam otak yang sehat, sistem glimfatik menggerakkan cairan serebrospinal di sepanjang pembuluh darah dan melalui jaringan otak, mengantarkan nutrisi sekaligus menghilangkan produk limbah dan sinyal peradangan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem ini menjadi kurang efektif setelah stroke, yang dapat mengurangi kemampuan otak untuk membersihkan molekul berbahaya selama proses pemulihan.

Secara tradisional, penelitian mengenai stroke berfokus pada identifikasi bentuk-bentuk peradangan yang berbahaya dan cara untuk menekannya. Namun, Hablitz dan rekan-rekannya berpendapat bahwa gangguan dalam proses pembersihan limbah juga mungkin berperan penting. Menurut model yang mereka usulkan, stroke tidak hanya merusak jaringan otak tetapi juga jalur yang bertanggung jawab untuk menghilangkan sinyal inflamasi. Ketika molekul-molekul tersebut menumpuk, hal ini dapat berkontribusi pada kerusakan yang berkelanjutan dan memperlambat proses pemulihan.

Artikel Terkait