Kesehatan

Organ Babi yang Pernah Didonorkan ke Manusia: Dari Jantung hingga Paru-paru

Xenotransplantasi organ babi ke manusia menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan donor organ. Beberapa organ babi telah berhasil ditransplantasikan, termasuk jantung, ginjal, hati, dan paru-paru.

J
Jaya Abdi
19 July 2026 13 pembaca
Foto: Ilustrasi operasi (Getty Images/shapecharge)
Foto: Ilustrasi operasi (Getty Images/shapecharge)

Jakarta - Keterbatasan donor organ masih menjadi tantangan besar di dunia medis. Untuk mengatasinya, para ilmuwan mengembangkan transplantasi organ dari hewan ke manusia. Babi menjadi salah satu hewan yang paling banyak diteliti. Sejauh ini, beberapa organ babi telah diuji coba pada manusia. Berikut deretan organ babi yang pernah didonorkan ke manusia.

Mengenal Xenotransplantasi

Xenotransplantasi adalah transplantasi organ atau jaringan dari hewan ke manusia. Dikutip dari laman The University of Alabama at Birmingham, para peneliti dan ahli bedah telah berupaya selama beberapa dekade untuk mengembangkan xenotransplantasi yang layak. Harapannya, teknologi ini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dikutip dari jurnal Animal Organs for Human Transplantation yang ditulis oleh Marlon F. Levy, MD, para ahli mempertimbangkan beberapa karakteristik hewan yang layak menjadi donor organ, seperti anatomi dan fisiologi yang sesuai agar organ dapat berfungsi dengan baik pada manusia, tidak adanya kemungkinan penularan penyakit lintas spesies, serta tahan terhadap penyakit manusia. Marlon mengatakan belum ada hewan yang memenuhi semua kriteria ideal tersebut. Namun, salah satu hewan yang sudah diuji coba pada manusia adalah babi.

Organ Babi yang Pernah Didonorkan ke Manusia

Berikut sejumlah kasus transplantasi organ babi ke manusia:

1. Jantung

Pada 7 Januari 2022, seorang pria asal Amerika Serikat, David Bennett, menjadi orang pertama di dunia yang mendapat transplantasi jantung dari babi hasil rekayasa genetika. Dikutip dari laman BBC, transplantasi ini dianggap sebagai harapan terakhir untuk menyelamatkan nyawanya. "Pilihannya hanya mati atau melakukan transplantasi ini," kata Bennett sehari sebelum operasi. Babi yang digunakan dalam transplantasi telah dimodifikasi secara genetik untuk menonaktifkan beberapa gen yang dapat menyebabkan organ tersebut ditolak oleh tubuh Bennett. Namun, beberapa minggu kemudian, Bennett mengalami kegagalan fungsi jantung dan meninggal pada 8 Maret 2022.

2. Ginjal

Ginjal juga menjadi organ babi yang pernah didonorkan ke manusia. Salah satu penerimanya adalah pria bernama Tim Andrew yang mengidap diabetes dan penyakit ginjal stadium akhir. Dikutip dari laman CNN, Andrew menerima ginjal babi pada 25 Januari 2025 dan hidup dengan organ tersebut selama 271 hari. Setelah tubuhnya menolak organ tersebut, ginjal babi diangkat pada Oktober 2025 dan dirinya kembali menjalani dialisis. "Saya orang pertama yang menyeberangi jembatan itu," kata Andrew.

3. Hati

Hati juga menjadi organ lain yang ditransplantasikan ke manusia. Tim Profesor Wei Hongjian dari Yunnan Agricultural University melakukan transplantasi hati babi hasil rekayasa genetika pada pasien berusia 71 tahun dengan kanker hati parah pada 17 Mei 2024. Setelah tujuh hari pascaoperasi, pasien dapat bergerak bebas dan tidak terdeteksi reaksi penolakan. Namun, pendarahan saluran pencernaan bagian atas menyebabkan pasien meninggal pada hari ke-171.

4. Paru-paru

Para ahli bedah juga mentransplantasikan paru-paru babi hasil rekayasa genetika ke manusia. Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di Nature Medicine pada 25 Agustus 2025, transplantasi paru-paru kiri babi diberikan kepada pasien pria berusia 39 tahun yang mengalami kematian otak. Paru-paru tetap hidup dan berfungsi selama sembilan hari serta tidak memicu penolakan hiperakut. Namun, 24 jam setelah transplantasi, paru-paru sempat menunjukkan penumpukan cairan dan kerusakan yang kemungkinan disebabkan oleh peradangan terkait transplantasi.

Artikel Terkait