Kesehatan

Inovasi Robotik dalam Operasi Kanker Prostat Meningkatkan Akurasi

Teknologi robotik kini menjadi alat penting dalam operasi kanker prostat, memberikan presisi yang lebih tinggi dan mengurangi risiko komplikasi. Urolog menjelaskan pentingnya pemeriksaan awal untuk me...

J
Jarot Kusna
12 August 2026 19 pembaca
Foto: Dok. Istimewa
Foto: Dok. Istimewa

Jakarta - Gejala seperti frekuensi buang air kecil yang meningkat, aliran urine yang lemah, serta perasaan tidak tuntas saat berkemih, bahkan darah dalam urine sering kali dianggap sebagai hal yang biasa seiring bertambahnya usia. Namun, keluhan-keluhan ini dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Hal ini sangat penting karena kanker prostat pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas dan dapat berkembang tanpa disadari.

Dokter urologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Stevano LH Sipahutar, SpU, FICRS, menyatakan bahwa evaluasi prostat dapat dimulai dengan melakukan pemeriksaan USG prostat dan Prostate-Specific Antigen (PSA) berdasarkan kondisi dan faktor risiko pasien. "PSA merupakan salah satu pemeriksaan untuk melihat ada atau tidaknya kemungkinan penyakit pada prostat. Jika terdapat kecurigaan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti multiparametric MRI (mpMRI) prostat untuk melihat area yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, kemudian biopsi robotik dengan menggabungkan hasil MRI dan robot untuk menegakkan apakah terdapat kanker atau tidak," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Pentingnya Diagnosis Dini Kanker Prostat

Apabila kanker terdeteksi, pilihan terapi akan ditentukan berdasarkan tingkat risiko, sejauh mana kanker telah berkembang, serta kondisi kesehatan pasien. Untuk kanker yang masih terbatas pada prostat, tindakan radical prostatectomy atau operasi pengangkatan prostat bisa menjadi pilihan bagi pasien yang memenuhi kriteria. Prosedur ini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery. Di sisi lain, dokter mungkin mempertimbangkan opsi lain seperti monitoring aktif, terapi hormonal, atau radioterapi.

"Pilihan terapi tidak selalu sama pada setiap pasien. Dokter perlu mempertimbangkan karakteristik kanker dan kondisi pasien secara menyeluruh sebelum menentukan penanganan yang paling sesuai," tambah dr Stevano. "Bila operasi pengangkatan prostat menjadi pilihan, pengendalian kanker tetap menjadi prioritas," sambungnya.

Keunggulan Teknologi Robotik dalam Bedah Kanker Prostat

Pada pasien yang menjalani Robotic-Assisted Radical Prostatectomy (RARP), pendekatan minimal invasif dengan beberapa sayatan kecil, berukuran sekitar diameter jari tangan, memungkinkan dokter untuk melakukan tindakan di area panggul yang sempit dan kompleks. "Teknologi ini berperan sebagai alat bantu bagi dokter bedah untuk melakukan tindakan dengan lebih presisi. Dalam operasi kanker prostat, visualisasi 3D yang diperbesar dan instrumen berukuran kecil dengan pergerakan yang lebih terkontrol membantu dokter melihat area operasi dengan lebih jelas dan melakukan tindakan secara lebih terarah, sekaligus mengurangi risiko cedera pada organ di sekitar prostat dan meminimalkan risiko perdarahan," ungkap dr Stevano.

Selain memastikan diagnosis, dokter juga perlu mengetahui sejauh mana kanker telah berkembang untuk menentukan penanganan yang tepat. Dalam beberapa kondisi, PET-CT Scan dengan penanda PSMA dapat membantu mengonfirmasi lokasi kanker, termasuk kemungkinan penyebarannya ke kelenjar getah bening, tulang, dan paru-paru. Setelah terapi, pemeriksaan PSA tetap diperlukan untuk memantau hasil terapi dan mendukung pemulihan pasien. Setiap tahap penanganan memiliki peran krusial dalam memastikan pasien mendapatkan perawatan yang sesuai, mulai dari diagnosis hingga pemantauan pasca-terapi.

Deteksi dan penanganan yang tepat sangat penting untuk membantu dokter menentukan pilihan terapi yang sesuai. Untuk mendukung upaya ini, Tahir Uro-Nephrology Center di Mayapada Hospital menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai gangguan sistem ginjal dan saluran kemih, termasuk kanker prostat, dengan dukungan tim multidisiplin dari deteksi dini hingga penanganan. Selain itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan akan segera memperkenalkan da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery sebagai teknologi yang membantu dokter dalam melakukan tindakan bedah secara lebih presisi dan terarah sesuai dengan kebutuhan pasien.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, pantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Artikel Terkait