Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menerapkan jeda hidrasi di seluruh pertandingan, tidak hanya di daerah beriklim panas, tetapi juga di lokasi yang lebih dingin serta di stadion tertutup. Jeda hidrasi, yang dikenal sebagai hydration break, merupakan langkah untuk memastikan keselamatan pemain ketika kondisi cuaca tidak mendukung, seperti pada saat cuaca panas yang ekstrem.
Kekurangan hidrasi dapat menyebabkan masalah serius seperti heat exhaustion dan heat stroke. Sebelumnya, jeda hidrasi hanya diterapkan pada kondisi tertentu dengan mempertimbangkan indeks Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT). Jeda ini akan diberlakukan jika suhu lingkungan dianggap berbahaya bagi kesehatan pemain.
Penerapan Jeda Hidrasi di Setiap Pertandingan
Saat ini, semua pertandingan di Piala Dunia 2026 diwajibkan untuk menerapkan jeda hidrasi. Wasit akan memberikan tanda untuk jeda pada menit ke-22 di setiap babak, dan jeda tersebut akan berlangsung selama tiga menit.
Dampak Jeda Hidrasi bagi Pemain
Bagaimana sebenarnya jeda hidrasi ini mempengaruhi para pemain? Dan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidrasi sebelum adanya jeda tersebut? Untuk informasi lebih lanjut, simak infografis yang tersedia.
Piala Dunia 2026 menerapkan jeda hidrasi di seluruh laga. Bukan hanya yang berlangsung di wilayah beriklim panas, tapi juga yang lebih dingin dan bahkan yang digelar di stadion tertutup. Jeda hidrasi merupakan upaya untuk menjaga keselamatan pemain manakala situasi tidak mendukung, misalnya dalam cuaca panas ekstrem. Hidrasi yang tidak mencukupi berisiko memicu heat exhaustion dan juga heat stroke.
Foto: Uyung/detikHealth
Baca juga: Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Tanda-tanda Sebaiknya DNF saat Lari.